CEK FAKTA: Hoaks Parasetamol Mengandung Virus Machupo

CEK FAKTA: Hoaks Parasetamol Mengandung Virus Machupo
Ilustrasi Parasetamol. ©2015 Merdeka.com/shutterstock/emilie zhang
CEK-FAKTA | 6 Juli 2022 13:58 Reporter : Syifa Hanifah

Merdeka.com - Unggahan di Facebook mengklaim bahwa parasetamol, obat pereda nyeri, mengandung virus Machupo, virus yang dapat menyebabkan demam hemoragik yang berpotensi fatal bagi manusia.

"Katanya berbahaya. .....coba kita berhati hati. ....," tulis status di Facebook

Unggahan itu menampilkan foto produk obat parasetamol dengan tulisan "P-500". Dengan narasi: "PERINGATAN URGENT! Hati-hati untuk tidak menggunakan parasetamol yang datang ditulis P / 500. Ini adalah parasetamol baru, sangat putih dan mengkilap, mengandung 'Machupo' virus, dianggap salah satu virus yang paling berbahaya di dunia. Dan dengan tingkat kematian yang tinggi. Silakan berbagi pesan ini, untuk semua orang dan keluarga. Dan menyelamatkan hidup dari mereka..."

cek fakta hoaks parasetamol mengandung virus machupo

Penelusuran

Dilansir dari AFP, Pakar kesehatan mengatakan tidak mungkin parasetamol mengandung virus Machupo.

Virus Machupo menjadi penyebab penyakit demam berdarah (hemoragik) Bolivia, yang memiliki tingkat kematian antara 5 persen sampai 30 persen, menurut Pan-American Health Organization.

"Saya dapat pastikan bahwa klaim tersebut salah," kata Alisara Sangviroon Sujarit, dosen ilmu farmasi di Universitas Chulalangkorn di Thailand.

Dia mengatakan, untuk membuat tablet obat , kondisi tablet harus benar-benar kering. Virus membutuhkan lingkungan yang lembab dengan temperatur yang rendah agar bisa bereproduksi. Sehingga, virus tidak mungkin dapat bertahan hidup di lingkungan seperti ini.

“Dan perusahaan farmasi harus melakukan pengecekan kualitas, sehingga tidak mungkin obat mengandung virus."

Thanaporn Chobsri, ahli farmasi di Government Pharmeutical Organization, atau Organisasi Farmasi Pemerintah, di Thailand, sepakat dan menyebut klaim pada status Facebook itu berita bohong.

"Ada aturan ketat yang harus dipatuhi produsen farmasi tentang cara memproduksi obat. Sama sekali tidak mungkin ada virus di tablet parasetamol," katanya kepada AFP.

Sementara itu, Obat parasetamol dengan kode P-500 tidak ditemukan pada database Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM).

Kesimpulan

Klaim parasetamol mengandung virus Machupo adalah tidak benar. Virus Machupo tidak dapat bertahan hidup di dalam tablet parasetamol.

Jangan mudah percaya dan cek setiap informasi yang kalian dapatkan. Pastikan itu berasal dari sumber terpercaya, sehingga bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Referensi

https://periksafakta.afp.com/doc.afp.com.32DR339

(mdk/noe)

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Opini