CEK FAKTA: Hoaks Pelaku Bom Bunuh Diri di Makassar Mantan Intel Polisi

CEK FAKTA: Hoaks Pelaku Bom Bunuh Diri di Makassar Mantan Intel Polisi
Tumpukan kendaraan terimbas ledakan gereja di Surabaya. ©2018 Merdeka.com/Ahda Bayhaqi
CEK-FAKTA | 5 April 2021 16:00 Reporter : Fellyanda Suci Agiesta

Merdeka.com - Beredar informasi mantan intel polisi menjadi pelaku bom bunuh diri di Makassar. Informasi itu juga mencantumkan artikel kompas.com dengan narasi "ARGO YUWONO : Salah satu pelaku Bom Gereja Katedral Makassar, adalah eks anggota intel yang telah dipecat".

hoaks mantan intel polisi jadi pelaku bom bunuh diri
istimewa

Penelusuran

Menurut penelusuran merdeka.com, informasi tersebut adalah hoaks. Dalam artikel merdeka.com berjudul "Bomber di Gereja Katedral Makassar Anggota JAD, Pernah Beraksi di Filipina" pada 29 Maret 2021, dijelaskan bahwa pelaku merupakan anggota JAD.

Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyebut, pelaku bom bunuh diri di Gereja Katedral Kota Makassar, Sulawesi Selatan, merupakan jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD).

"Sudah kita dapatkan inisial L, (pelaku). Bersangkutan merupakan kelompok dari beberapa pelaku yang beberapa waktu lalu telah kita amankan," kata Listyo Sigit di Makassar, Minggu (28/3). Dikutip dari Antara.

Dia mengatakan, pelaku diketahui tergabung dalam kelompok JAD, dan pernah melaksanakan kegiatan operasi terorisme di Jolo, Filipina tahun 2018.

"Untuk inisial pelaku sudah kita dapatkan, dan kita tindaklanjuti untuk melaksanakan pemeriksaan terkait dengan DNA yang bersangkutan, agar bisa pertanggungjawabkan secara ilmiah," tegasnya.

Sedangkan untuk terduga pelaku bom bunuh diri tersebut, sebut Kapolri, sebanyak dua orang sudah meninggal dunia, dan 19 orang jemaat serta petugas keamanan atau Satpam mengalai luka. Namun demikian, Sigit belum membuka inisial salah satu pelakunya.

Kapolri mengungkapkan, pelaku tersebut merupakan salah seorang bagian dari kelompok JAD yang beberapa waktu lalu ditangkap di Makassar, Sulsel pada kompleks Villa Mutiara, Sudiang dan Kabupaten Enrekang pada Januari 2021.

"Mereka adalah kelompok beberapa waktu yang lalu (ditangkap), ada kurang lebih 20 orang, dari kelompok JAD yang kita amankan. Mereka bagian dari itu. Inisial dan data-datanya sudah kita pastikan sesuai," beber orang nomor satu Polri ini.

Kesimpulan

Informasi mantan intelijen polisi menjadi pelaku bom bunuh diri di Makassar adalah hoaks. Pelaku adalah anggota JAD, dan bukan mantan inten polisi.

Jangan mudah percaya dan cek setiap informasi yang kalian dapatkan, pastikan itu berasal dari sumber terpercaya, sehingga bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya. (mdk/noe)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami