CEK FAKTA: Hoaks Pengguna Kantong Plastik Didenda Rp250 Ribu

CEK FAKTA: Hoaks Pengguna Kantong Plastik Didenda Rp250 Ribu
CEK-FAKTA | 9 Juli 2020 14:36 Reporter : Fellyanda Suci Agiesta

Merdeka.com - Informasi denda pemakaian kantong plastik beredar di aplikasi pesan instan WhatsApp. Informasi tersebut mengatakan ada denda sebesar Rp 250.000 bagi yang belanja menggunakan kantong plastik.

hoaks pengguna kantong plastik didenda

Kominfo

"Belanja pakai kantong plastik kena denda 250k walau kita bawa dari rumah. Depan toko / mal ada kontrol dari pemda. HATI2".

Penelusuran

Menurut penelusuran merdeka.com, informasi denda bagi yang belanja menggunakan kantong plastik adalah tidak benar. Dalam artikel cnbcindonesia.com berjudul "Heboh! Belanja Pakai Plastik Didenda Rp 250 Ribu, Faktanya?" pada 8 Juli 2020, dijelaskan bahwa peraturan denda tersebut tidak tercantum dalam Pergub DKI Jakarta.

Pemprov DKI Jakarta mengatur soal larangan penggunaan kantong plastik di DKI Jakarta mulai berlaku 1 Juli 2020.

Aturan tersebut tertuang dalam Peraturan Gubernur (Pergub) DKI Jakarta Nomor 142 Tahun 2019, tentang kewajiban penggunaan kantong belanja ramah lingkungan.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta Andono Warih menegaskan bahwa informasi yang beredar pada foto itu adalah hoaks.

"Tidak benar, Hoax," katanya kepada CNBC Indonesia, Rabu (8/7).

Dalam artikel merdeka.com berjudul "Pemprov DKI: Sanksi Pelanggaran Kantong Plastik Sekali Pakai Bukan untuk Konsumen" pada 9 Juli 2020, dijelaskan bahwa Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Andono Warih menegaskan sanksi administratif pelanggar plastik sekali pakai tidak untuk konsumen atau pembeli.

"Tidak ada sanksi yang menyasar konsumen atau pembeli. Sanksi kepada pengelola pun lebih bernuansa pembinaan dan diberikan secara bertahap," kata Andono dalam keterangan tertulis, Kamis (9/7)."

Dalam artikel merdeka.com berjudul "Pemprov DKI Terbitkan Aturan Soal Kantong Plastik, Toko Melanggar Disanksi Rp25 Juta" pada 7 Januari 2020, dijelaskan sanksi bagi pengelola pusat perbelanjaan, toko swalayan dan pasar rakyat jika kedapatan menyediakan kantong plastik sekali pakai.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (LH) DKI Jakarta, Andono Warih, mengatakan hal itu berlaku setelah terbit Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 142 Tahun 2019 tentang Kewajiban Penggunaan Kantong Belanja Ramah Lingkungan pada Pusat Perbelanjaan, Toko Swalayan, dan Pasar Rakyat. Jika pengelola pusat perbelanjaan, toko swalayan dan pasar rakyat kedapatan menyediakan kantong plastik sekali pakai akan dikenakan sanksi.

"Bentuknya administratif, sanksinya bertingkat dari teguran tertulis, uang paksa lalu sampai hal itu enggak diindahkan ada pembekuan izin hingga pencabutan izin," Andono saat dihubungi, Jakarta, Selasa (7/1).

Pada Pasal 23 dijelaskan saksi teguran tertulis tersebut diberikan secara bertahap selama 14x24 jam. Bila tidak diindahkan akan diberikan teguran kedua 7x24 jam. Namun, bila tetap dihiraukan akan diberikan teguran tertulis ketiga 3x24 jam.

Bila surat teguran sampai ketiga diabaikan pihak pengelola akan dikenakan sanksi denda atau uang paksa. Besaran denda tersebut minimal Rp5 juta dan maksimal Rp25 juta.

Uang denda itu harus dibayarkan dalam waktu satu pekan sejak pengelola menerima surat pemberitahuan sanksi administratif. Bila terlambat membayar atau lebih dari tujuh hari denda akan menambah menjadi Rp10 juta.

Bahkan bila denda itu terlambat dua pekan atau 14 hari, pengelola dikenakan denda sebesar Rp15 juta. Selanjutnya lebih dari 30 hari diberikan sanksi Rp25 juta.

Kemudian sanksi pembekuan izin akan diberlakukan bila pengelola tidak membayarkan sanksi denda lebih dari lima pekan. Selanjutnya yaitu sanksi pencabutan izin untuk pengelola bila tetap tidak mengindahkan sanksi pembayaran denda.

Sementara itu, Kepala Seksi Pengelolaan Sampah Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta Rahmawati menyebut Pergub tersebut akan diberlakukan pada Juli 2020.

Kesimpulan

Informasi denda bagi orang yang belanja menggunakan kantong plastik sebesar Rp250.000 adalah hoaks. Peraturan denda diberikan bagi pengelola Pusat Perbelanjaan, Toko Swalayan, dan Pasar Rakyat

Jangan mudah percaya dan cek setiap informasi yang kalian dapatkan, pastikan itu berasal dari sumber terpercaya, sehingga bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya. (mdk/noe)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami