CEK FAKTA: Hoaks Presiden Donald Trump di Ruqyah Karena Stres Hadapi Corona

CEK FAKTA: Hoaks Presiden Donald Trump di Ruqyah Karena Stres Hadapi Corona
CEK-FAKTA | 9 April 2020 13:43 Reporter : Fellyanda Suci Agiesta

Merdeka.com - Sebuah video Presiden Amerika Serikat Donald Trump dikelilingi orang-orang beredar di media sosial. Salah satunya akun Facebook Ida Maslachah. Dia menuliskan narasi dalam foto tersebut bahwa Presiden Trump di ruqyah karena stress menghadapi corona.

hoaks presiden trump di ruqyah

Kominfo

"Donald Trump di ruqyah sebab sudah stress menghadapi Covid 19 n semoga dapat hidayah Allah SWT. Aamiin YRA."

Penelusuran

Menurut penelusuran merdeka.com, video yang disebar akun Facebook Ida Maslachah yang mengklaim Trump di ruqyah adalah tidak benar. Dalam artikel turnbackhoax berjudul "[SALAH] Video “Donald Trump di ruqyah sebab sudah stress menghadapi Covid 19” pada 6 April 2020.

Trunbackhoax menjelaskan bahwa video itu adalah hasil manipulasi dari video tahun 2017 ketika Presiden Donald Trump berdoa bersama sekelompok pemimpin agama pada 1 September 2017, setelah mendeklarasikan 3 September sebagai Hari Doa Nasional untuk para korban Topan Harvey. Pada video asli, Trump didoakan dengan bahasa Inggris, bukan bahasa Arab.

Salah satu video yang identik dengan video yang diunggah oleh sumber klaim dalah video berjudul “Faith leaders put hands on Trump and pray” yang diunggah oleh kanal Youtube Washington Post pada 1 September 2017.

Di bagian deskripsi, Washington Post menulis keterangan sebagai berikut:

“President Trump prayed with a group of faith leaders on Sept. 1, after declaring Sept. 3 a National Day of Prayer.”

Berikut terjemahannya:

“Presiden Trump berdoa bersama sekelompok pemimpin agama pada 1 September, setelah mendeklarasikan 3 September sebagai Hari Doa Nasional.”

Pria yang berdoa di sebelah Trump dengan menggunakan bahasa Inggris itu adalah Robert James Jeffress, seorang pendeta, pengarang, dan pembawa acara radio dan televisi Southern American Baptist (Evangelical).

Presiden Donald Trump menyatakan Hari Doa Nasional pada hari Minggu untuk para korban Topan Harvey, mengikuti pimpinan Texas, di mana pada hari Kamis, Gubernur Greg Abbott menyatakan hari Minggu sebagai hari doa.

“Kami mengundang semua orang Amerika untuk bergabung dengan kami saat kami terus berdoa bagi mereka yang telah kehilangan anggota keluarga dan teman-teman, dan bagi mereka yang menderita krisis hebat ini,” kata presiden di Kantor Oval, di mana ia bertemu dan berdoa dengan para pendeta dari seluruh negeri.

Robert Jeffress, pendeta senior di First Baptist Church di Dallas, termasuk di antara para pendeta yang berdoa bersama Trump di Oval Office pada hari Jumat.

Kesimpulan

Video yang mengklaim Presiden AS Donald Trump di ruqyah adalah tidak benar. Video itu sudah ada sejak tahun 2017 ketika Presiden Donald Trump berdoa bersama sekelompok pemimpin agama pada 1 September 2017. (mdk/dan)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Agama Sejatinya Tidak Menyulitkan Umatnya - MERDEKA BICARA with Menteri Agama Fachrul Razi

5