CEK FAKTA: Hoaks Satpol PP di Jakarta Utara tawarkan Denda Atau Uang Damai

CEK FAKTA: Hoaks Satpol PP di Jakarta Utara tawarkan Denda Atau Uang Damai
CEK-FAKTA | 29 September 2020 17:45 Reporter : Fellyanda Suci Agiesta

Merdeka.com - Informasi adanya pemalakan di restoran di Pademangan, Jakarta Utara beredar di media sosial Instagram. Informasi itu menyebutkan bahwa salah satu restoran tersebut didenda oleh Satpol PP dengan nilai denda mencapai Rp10 juta.

hoaks satpol pp di jakarta utara tawarkan denda atau uang damai
Kominfo

"Sekedar cerita dari kawan, kemarin resto nasi campur Akwang (Pademangan) kena ciduk Satpol PP yang menyamar jadi pembeli. Setelah makanan disajikan di meja, langsung tertangkap tangan. Satpol PP tersebut ternyata menawarkan dua pilihan, mau denda jalur reski Rp 10 juta atau jalur damai Rp 3,5 juta,"

"Akhirnya sang ownwr pasrah membayar Rp 3,5 juta dan kena skors 1 minggu resto tidak boleh buka. PSBB kali ini memang dijadikan kesempatan buat oknum-oknum kutu kupret buat nyari keuntungan. Kita sebagai pemilik resto lebih baik main aman aja, ikut aturan pemerintah."

Penelusuran

Menurut penelusuran merdeka.com, informasi tersebut adalah hoaks. Dalam artikel kompas.com berjudul "Hoaks, Satpol PP DKI Lakukan Pungli ke Pemilik Rumah Makan Saat PSBB" pada 25 September 2020, dijelaskan bahwa pemilik restoran mengaku tidak pernah didatangi oleh Satpol PP.

Kasatpol PP DKI Arifin memastikan, informasi tersebut hoaks atau bohong.

"Yang bersangkutan memviralkan berita bohong," kata Arifin saat dihubungi Kompas.com, Kamis (24/9/2020) malam.

Setelah membaca postingan tersebut pada 17 September 2020, Arifin bersama jajarannya mendatangi Rumah Makan Akwang di Pademangan. Dia menanyakan kebenaran informasi tersebut kepada pemilik warung makan.

Pemilik warung membantah informasi itu. Si pemilik warung jusru mengaku bahwa dia baru membuka usahanya saat Satpol PP mendatanginya.

"Setelah kami tanya, ternyata pemilik restoran itu mengatakan tidak ada oknum Satpol PP yang makan di tempat bahkan minta uang," ungkap Arifin.

Setelah mendapat konfirmasi dari pemilik warung, Satpol PP DKI mencari pengunggah informasi pungli itu untuk dimintai klarifikasi.

Arifin menegaskan, dia akan menindak tegas jajarannya yang berani melakukan pungli. Untuk itu, dia harus mengonfirmasi kebenaran kabar itu terlebih dahulu.

Pemilik akun Instagram kemudian dimintai klarifikasi pada Kamis kemarin. Pemilik akun itu mengaku telah menyebarkan berita bohong tanpa melakukab verifikasi terlebih dahulu.

Si pemilik akun Instagram itu juga mengaku telah didatangi pemilik warung makan Akwang karena dianggap telah mencemarkan nama baiknya.

Si pemilik akun kemudian meminta maaf secara tertulis karena telah mencoreng institusi Satpol PP dan menyebarkan berita bohong.

"Akhirnya yang bersangkutan minta maaf. Dia minta maaf secara tertulis dan minta maaf melalui video supaya ini diluruskan," ujar Arifin.

Kesimpulan

Informasi salah satu restoran di Pademangan, Jakarta Utara didenda Satpol PP hingga puluhan juta adalah hoaks. Pihak pemilik restoran mengaku tidak pernah didatangi Satpol PP.

Jangan mudah percaya dan cek setiap informasi yang kalian dapatkan, pastikan itu berasal dari sumber terpercaya, sehingga bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya. (mdk/noe)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami