CEK FAKTA: Hoaks, Sperma Orang yang Sudah Divaksin Tidak Sehat

CEK FAKTA: Hoaks, Sperma Orang yang Sudah Divaksin Tidak Sehat
Ilustrasi sperma. ©Thinkstock photos/ Getty Images
CEK-FAKTA | 29 November 2021 18:12 Reporter : Syifa Hanifah

Merdeka.com - Beredar sebuah video dengan narasi menyebutkan sperma orang yang sudah divaksin tidak lebih baik atau tidak lebih sehat ketimbang mereka yang belum divaksin.

Video tersebut dilengkapi dengan narasi sebagai berikut:

"Kalian yg belum di veksin, sperma anda sangat berharga, dan siap2 jadi laki2 impian dimasa depan."

Penelusuran

Setelah ditelusuri, Vaksin covid-19 tidak merusak kualitas sperma. Hal itu berdasarkan studi terbaru yang dimuat di jurnal Jama Network dan dikutip oleh CNNIndonesia.com pada 18 Juni 2021, yang menjelaskan bahwa vaksin tidak merusak kualitas sperma.

Studi terbaru yang dipublikasikan di jurnal JAMA itu meneliti jumlah dan kualitas sperma pria setelah mendapatkan vaksin Covid-19 Pfizer dan Moderna. Hasilnya, tak ada kerusakan yang ditemukan.

Penelitian ini meneliti sampel sperma 45 pria berusia 25-31 tahun yang dinyatakan sehat. Sampel diambil sebelum suntikan dosis pertama vaksin dan 70 hari setelah suntikan dosis kedua. Peneliti kemudian memeriksa jumlah sperma, konsentrasi, dan motilitas.

"Kami tidak menemukan perubahan sperma pada pria muda sehat yang telah menerima dua dosis vaksin mRNA," ujar penulis studi, ahli reproduksi University of Miami Health System, Ranjith Ramasamy, mengutip CNN.

Meski tak melakukan uji coba pada penerima vaksin lainnya, seperti Johnson & Johnson dan Astrazeneca, namun Ramasamy yakin bahwa hasil yang sama akan ditemukan.

"Kami pikir mekanisme kerja vaksin ini semuanya cukup mirip, meski materi genetiknya berbeda. Jadi, berdasarkan alasan biologi, kami tak berpikir akan ada efek yang berbeda dengan vaksin lainnya," ujar Ramasamy.

Kendati demikian, Ramasamy mengatakan, bahwa tetap dibutuhkan studi yang lebih besar dengan menyertakan pria dari berbagai usia untuk memastikan hasil penelitian.

Mengomentari studi, ahli andrologi University of Sheffield, Inggris, Alan Pacey mengatakan bahwa hasil studi tersebut dapat menjadi data yang meyakinkan terkait hubungan sperma dan vaksin Covid-19.

"Ini (hasil studi) menunjukkan bahwa kualitas sperma tidak berubah setelah mendapatkan dua suntikan dosis vaksin Covid-19," ujar Pacey.

Kesimpulan

Vaksin covid-19 merusak kualitas sperma adalah hoaks. Hasil studi menunjukkan bahwa kualitas sperma tidak berubah setelah mendapatkan dua suntikan dosis vaksin Covid-19.

Jangan mudah percaya dan cek setiap informasi yang kalian dapatkan. Pastikan itu berasal dari sumber terpercaya, sehingga bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Referensi

https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20210618171911-255-656344/studi-buktikan-vaksin-covid-19-tak-rusak-kualitas-sperma

(mdk/lia)

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami