CEK FAKTA: Hoaks Video Sebut Gudang Senjata Milik China Meledak

CEK FAKTA: Hoaks Video Sebut Gudang Senjata Milik China Meledak
Bentrokan Akibat Krisis Ekonomi di Lebanon. ©2021 REUTERS/Mohamed Azakir
CEK-FAKTA | 29 Juli 2021 14:00 Reporter : Fellyanda Suci Agiesta

Merdeka.com - Sebuah video kepulan asap di tengah kota beredar di media sosial. Kepulan asap itu disebut-sebut akibat ledakan gudang senjata di China.

hoaks ledakan di gudang senjata china
istimewa

Dalam video berdurasi 1 menit 58 detik terlihat detik-detik munculnya ledakan diduga dari gedung. Bahkan ledakan menjalar hingga rumah warga.

Penelusuran

Cek fakta merdeka.com menelusuri video tersebut. Hasilnya, video itu bukan ledakan di gudang senjata milik China.

Dalam artikel medcom.id berjudul "[Cek Fakta] Gudang Senjata Tiongkok Meledak? Ini Faktanya" pada 28 Juli 2021, dijelaskan ledakan terjadi di Lebanon dan potongan cuplikan video kebakaran pabrik di Korea Selatan.

Faktanya, video itu memperlihatkan kejadian ledakan di Lebanon dan Korea Selatan. Isi video tersebut terdiri dari dua peristiwa yang berbeda. Pada awal video, memperlihatkan ledakan di Beirut, Lebanon pada 4 Agustus 2020. Ledakan itu terjadi di gudang penyimpanan 2.750 ton amonium nitrat.

Kemudian, pada bagian akhir video memperlihatkan cuplikan rekaman amatir dari kebakaran sebuah pabrik spons di Komplek Industri Sihwa, Siheung, Gyeonggi-do, Korea Selatan. Peristiwa itu yang terjadi pada 2 Juli 2021 itu berhasil dipadamkan setelah 7 jam dan tidak ada korban jiwa dari kejadian tersebut tetapi sempat menimbulkan kepanikan karena besarnya api.

Kesimpulan

Video yang menyebutkan ledakan gudang senjata di China adalah hoaks. Cuplikan video pertama yakni ledakan penyimpanan amonium nitrat di Beirut, Lebanon. Kemudian cuplikan video kedua yakni kebakaran gudang di Korea Selatan.

Jangan mudah percaya dan cek setiap informasi yang kalian dapatkan, pastikan itu berasal dari sumber terpercaya, sehingga bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya.

(mdk/lia)

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami