CEK FAKTA: Hoaks Warga Dharmasraya Sumatera Barat Terindikasi Corona

CEK FAKTA: Hoaks Warga Dharmasraya Sumatera Barat Terindikasi Corona
CEK-FAKTA | 16 Maret 2020 14:29 Reporter : Syifa Hanifah

Merdeka.com - Banyak informasi yang beredar di media sosial khususnya terkait virus corona membuat masyarakat resah. Salah satunya, informasi yang beredar di grup-grup aplikasi berbagi pesan WhatsApp yang menyebutkan tiga warga daerah Kabupatan Dharmasraya, Sumatera Barat terindikasi virus corona.

Dalam pesan berantai yang sudah menyebar di grup WhatsApp mengatakan tiga warga Dharmasraya yang baru pulang dari Malaysia dan Singapura terindikasi virus corona.

Penelusuran

Setelah ditelusuri, Kepala Dinas Kesehatan Dharmasraya Rahmadian mengatakan tiga warganya terindikasi virus corona tidak benar.

"Saya pastikan tidak pernah mengeluarkan pernyataan yang mengatasnamakan saya sebagai Kepala Dinas Kesehatan Dharmasraya seperti dalam pesan tersebut," kata Kepala Dinas Kesehatan Dharmasraya Rahmadian di Pulau Punjung, Senin (16/5).

Dilansir dari Antara, Rahmadian menyebutkan dalam pesan berantai yang sudah menyebar di grup whatsapp mengatakan tiga warga Dharmasraya yang baru pulang dari Malaysia dan Singapura terindikasi virus corona.

Dalam kronologis pesan menyebutkan ketiga warga Dharmasraya yang terindikasi virus corona masuk dalam kelompok Jama'ah Jaulah (Buser) pergi ke Malaysia dan Singapura dalam rangka pertemuan jamaah sedunia.

Sepulang dari luar negeri dan turun di BIM masuk dalam pemeriksaan pihak kesehatan bandara dan di berikan kartu kuning. Anggota unit telah berkoordinasi dengan pihak Dinas Kesehatan Rahmadian dan sudah melaporkan ke Bupati Dharmasraya.

"Kurang lebih informasinya demikian, sudah jelas itu berita bohong karena saya tidak pernah mengeluarkan pernyataan sepertinya itu, kemudian banyak fakta lain yang dapat membantah informasi tersebut," tegasnya.

Pihaknya menyayangkan oknum yang sudah berupaya membuat situasi Dharmasraya gaduh dengan menyebarkan pesan hoaks, kata dia.

Menurut dia memang tugas masyarakat secara bersama mengamati sekeliling apakah ada yang pulang dari luar negeri.

"Tapi jangan pula mentang-mentang ada tetangga pulang dari luar negeri lalu langsung diartikan suspect, bukan begitu. Itu hanya dipantau dan dipantau cukup di rumah masing-masing," katanya.

Sebagai antisipasi pihaknya mengimbau masyarakat memperkuat daya tahan tubuh, mencuci tangan, membersihkan rumah sendiri dengan antiseptik seperti cairan pel, banyak minum, dan makan buah.

Kesimpulan

Informasi yang menyebutkan tiga warga Kabupatan Dharmasraya, Sumatera Barat terindikasi virus corona tidak benar atau hoaks. (mdk/dan)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami