CEK FAKTA: Hoaks Warga MB Ketapang Sudah Diperbolehkan Salat di Masjid

CEK FAKTA: Hoaks Warga MB Ketapang Sudah Diperbolehkan Salat di Masjid
CEK-FAKTA | 13 Mei 2020 16:35 Reporter : Syifa Hanifah

Merdeka.com - Beredar informasi di jejaring pesan WhatsApp, warga wilayah Kecematan MB Ketapang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah sudah memperbolehan warga salat Jumat dan Tarawih di masjid.

Dalam pesan tersebut imbauan berasal dari Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Kotim. Berikut narasinya:

Assalamu’alaikum wr wb di sampaikan bahwa Kecamatan MB Ketapang Sampit Kab. Kotim sdh bebas sholat Jumat dan Tarawih dan jamaah fardhu di Masjid/Langgar/Mushalla krn sdh menjadi Zona Hijau (yang positif kena virus Corona sdh tdk ada lagi, ttp tetap pakai masker dan jaga jarak). Pesan ini dari Ketua MUI Kab Kotim (Drs H. Amrullah Hadi) dan Ketua Komisi Fatwa MUI Kab Kotim (KH Zainuddin Imberan)

Penelusuran

Tim Cek Fakta Merdeka.com menelusuri terkait klaim warga MB Ketapang, bahwa Kotim sudah diperbolehkan salat di masjid. Hasilnya ditemukan dalam artikel beritasampit.co.id berjudul "Kemenag Kotim Bantah Pesan yang Beredar di Group WA Perbolehkan Kecamatan MB Ketapang Cabut Imbauan Ibadah Selama Covid-19" Kemenag Kotim sudah membantah hal tersebut.

SAMPIT – Kepala kantor Kementerian Agama (Kemenag) kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) membantah terkait sebuah pesan yang beredar di group WhatsApp (WA) baru-baru ini. Pesan tersebut mengaitkan tentang status zona hijau kepada kecamatan MB Ketapang, bahwa jika kembali ke zona hijau dari zona merah. Maka diperbolehkan untuk melaksanakan salat tarawih dan ibadah berjamaah lainnya di tempat ibadah.

Menanggapi hal tersebut, Kepala kantor Kemenag Kotim, Samsudin mengatakan bahwa hal tersebut belum diputuskan. Mengingat saat ini kecamatan Baamang salah satu kecamatan di dalam kota masih bertahan pada status zona merah.

“Itu belum diputuskan, karena kecamatan Baamang masih zoba merah. Sementara ini belum ada keputusan membolehkan. Rencananya akan ada rapat dulu dengan instansi terkait. Karena kalau dibolehkan di Ketapang takutnya yang orang Baamang beramai-ramau ke Ketapang untuk salat. Ditakutkan jadi menambah yg positif lagi jar sdin. Terkait pesan yang beredar oleh MUI itu cuma ada yang mengutip pesanalu disebarkan ke grup WA,” tegasnya, Selasa 12 Mei 2020 malam.

Pesan berantai itu tentu membuah heboh jagat maya. Apalagi saat ini masyarakat di kota Sampit masih tengah menjalani protokol kesehatan dari pemerintah.

Polda Kalimantan Tengah, dalam akun Instagramnya @humaspoldakalteng menyebutkan berita tersebut tidak benar atau hoaks.

hoaks warga mb ketapang sudah diperbolehkan salat di masjid

©2020 Merdeka.com/ Instagram @humaspoldakalteng

Beredar informasi di jejaring sosial yang berbunyi : "Kecamatan MB Ketapang Sampit Kab. Kotim sdh bebas sholat Jumat dan Tarawih dan jamaah fardhu di Masjid/Langgar/Mushalla krn sdh menjadi Zona Hijau (yang positif kena virus Corona sdh tdk ada lagi, ttp tetap pakai masker dan jaga jarak). Pesan ini dari Ketua MUI Kab Kotim (Drs H. Amrullah Hadi) dan Ketua Komisi Fatwa MUI Kab Kotim (KH Zainuddin Imberan). Informasi tersebut TIDAK BENAR alias HOAX.

Faktanya :

Kepala kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) membantah terkait sebuah pesan yang beredar di group WhatsApp (WA) baru-baru ini.
Pesan tersebut mengaitkan tentang status zona hijau kepada kecamatan MB Ketapang, bahwa jika kembali ke zona hijau dari zona merah. Maka diperbolehkan untuk melaksanakan salat tarawih dan ibadah berjamaah lainnya di tempat ibadah.

Menanggapi hal tersebut, Kepala kantor Kemenag Kotim, Samsudin mengatakan bahwa hal tersebut belum diputuskan. Mengingat saat ini kecamatan Baamang salah satu kecamatan di dalam kota masih bertahan pada status zona merah, Selasa (12/5/2020) malam. (Sumber : Beritasampit.co.id)

Mari Bijak Bermedia Sosial. Saring sebelum Sharing

Lawan Hoax, Tolak Hoax, Tangkal Hoax dan Laporkan Hoax

Kesimpulan

Informasi yang beredar bahwa warga MB Ketapang, Kabupaten Kotim sudah bebas salat salat Jumat dan tarawih di Masjdi tidak benar.

Kepala kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) membantah terkait sebuah pesan yang beredar di group WhatsApp (WA) baru-baru ini.

Jangan mudah percaya dan cek setiap informasi yang kalian dapatkan, pastikan itu berasal dari sumber terpercaya, sehingga bisa di pertanggungjawabkan kebenarannya. (mdk/noe)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami