CEK FAKTA: Penjelasan Shopee Soal Impor, Donasi BNPB dan Jual Murah Masker

CEK FAKTA: Penjelasan Shopee Soal Impor, Donasi BNPB dan Jual Murah Masker
UMKM di Banyuwangi produksi masker kain. ©2020 Merdeka.com
CEK-FAKTA | 16 April 2020 17:30 Reporter : Fellyanda Suci Agiesta

Merdeka.com - Beredar berita Shopee mengimpor jutaan masker, kemudian masker-masker tersebut disumbangkan kepada BNPB. Tak hanya itu saja, masker impor tersebut dijual kembali dengan harga yang murah. Berita ini tersebar di media sosial Facebook.

disinformasi shopee impor jutaan masker
Kominfo

Salah satu pengunggah berita itu menuliskan narasi seperti berikut:

"Kini hampir 3000 masyarakat Indonesia terdampak Covid-19 Shopee ambil bagian jual masker dengan harga murah".

Penelusuran

Menurut penelusuran merdeka.com, berita tersebut adalah disinformasi. Dalam artikel Liputan5.com berjudul "Shopee Luruskan Kabar Donasi 1 Juta Masker bagi BNPB" pada 6 April 2020, pihak Shopee Indonesia menjelaskan berita tersebut.

Shopee menanggapi bantahan BNPB yang menyebut e-commerce itu tidak mendonasikan 1 juta masker melainkan hanya menerima 50 ribu buah saja. Pihak perusahaan lewat rilis yang diterima Liputan6.com, Senin (6/4/2020), tidak membantah soal itu.

"Kami tidak menyebutkan detail alokasi distribusi 1 juta masker di Indonesia. Saat ini, 50 ribu masker sudah diterima oleh BNPB dan sisanya akan dikirim secara berkala oleh Shopee hingga akhir bulan April," kata Radityo Triatmojo, Head of Public Policy and Government Relations Shopee Indonesia.

Dari satu juta masker tersebut, ia menyebut 100 ribu di antaranya akan didonasikan melalui BNPB. Sisanya yang berjumlah 900 ribu dinyatakan akan didistribusikan melalui aplikasi Shopee dengan bentuk subsidi transaksi.

Donasi dan subsidi masker ditujukan bagi masyarakat Indonesia, khususnya tenaga kerja garis depan, tenaga medis, dan tenaga kesehatan.

"Shopee sangat menghargai dan mengapresiasi pejuang garis depan di Indonesia,yakni para dokter dan tenaga medis yang bekerja di rumah sakit dan puskesmas. Kami yakin di masa sulit ini, kami harus menjalankan tanggung jawab sosial kami dengan menyatukan semangat untuk memerangi virus COVID-19 di Indonesia," sambungnya.

Ia menambahkan, bersama mitra penjual, kurir, dan staf gudang, Shopee telah menunjukkan komitmen sebagai perusahaan yang memberi dampak sosial. Ia berharap donasi 100 ribu masker dan subsidi 900 ribu masker yang diberikan Shopee diharapkan dapat digunakan dalam waktu dekat ini oleh para tenaga medis yang membutuhkan.

"Di mana pada bulan April-Mei diprediksi menjadi puncak dari penyebaran virus COVID-19 di Indonesia," katanya.

Dalam artikel Liputan6, pihak BNPB juga mengklarifikasi soal berita yang beredar tersebut.

Tenaga Ahli bidang Media BNPB, Egy Massadiah meluruskan pemberitaan yang dilansir Shopee Indonesia. Hal ini terkait berita yang berjudul senada "Perangi Covid-19, Shopee Sumbang 1 Juta Masker" pada 2-4 April 2020.

"Ini bisa menimbulkan persepsi keliru di masyarakat, dalam press release pihak Shopee maupun pemberitaan disebutkan, bahwa bantuan 1 juta masker itu diserahkan melalui BNPB," kata Egy dalam keterangan tertulis yang diterima Liputan6.com.

"Sedangkan, Zfaktanya, per hari ini 6 April 2020 BNPB hanya menerima 50.000 (lima puluh ribu) masker, dan itu kami didistribusikan kepada para pihak yang membutuhkan," lanjutnya.

Kesimpulan

Berita soal Shopee mengimpor jutaan masker, kemudian disumbangkan ke BNPB dan dijual kembali dengan harga murah adalah disinformasi. Masing-masing pihak sudah mengklarifikasi pemberitaan yang tersebar di media sosial tersebut.

(mdk/noe)

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami