Cek Fakta: Prabowo Sebut Anggaran Pertahanan Indonesia Lebih Rendah Dari Tetangga

CEK-FAKTA | 30 Maret 2019 22:25 Reporter : Nur Habibie

Merdeka.com - Calon Presiden (Capres) nomor urut 02, Prabowo Subianto menilai anggaran kementerian pertahanan Indonesia paling kecil dibanding negara tetangga. Sebab, kata Prabowo, tak punya anggaran karena harta Indonesia bocor ke luar negeri.

"Anggapan kondisi pertahanan keamanan kita memadai ini saya pertanyakan, tadi saya singgung bahwa pembiayaan kita cuma 0,8 persen dari GDP atau 5 persen dari APBN. Padahal Singapura anggaran pertahanannya 30% atau 3% dari GDP Singapura," jelas Prabowo.

Hal ini dibantah langsung oleh Capres nomor urut 01 Jokowi dengan menyebutkan anggaran pertahanan RI sebesar Rp 107 triliun.

"Anggaran di Kemenhan kita sudah Rp 107 triliun, itu nomor dua setelah Kementerian PU. Artinya perhatian kita tidak main-main. Kalau ada proses, kurang, itu yang perlu kita perbaiki," tegas Jokowi.

Menurut data Global Fire Power (GFP), anggaran pertahanan Indonesia Rp 107,16 triliun pada tahun 2018. Sementara anggaran pertahanan Singapura Rp 157 triliun dan anggaran pertahanan Malaysia Rp 52 triliun di tahun 2018.

Dihimpun dari APBN Kita edisi tahun 2019 dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu), anggaran Kementerian Pertahanan (Kemenhan) dalam APBN 2019 bertambah menjadi Rp 108,36 triliun.

Untuk kekuatan militer di tingkat ASEAN, Indonesia berada di posisi pertama. Indonesia berada di posisi 15 sebagai negara dengan militer terbaik di dunia.

PowerIndex (Pwrindx) Indonesia berada di level 0,2804. Indeks tersebut mendekati 0 yang mengindikasikan semakin bagus kekuatan militer suatu negara. Sementara negara dengan kekuatan militer terbaik dunia adalah Amerika Serikat dengan PwrIndx 0,0615.

(mdk/ded)