CEK FAKTA: Pria Kejang-Kejang di KRL Bukan Karena Corona, Tapi Sakit Maag

CEK FAKTA: Pria Kejang-Kejang di KRL Bukan Karena Corona, Tapi Sakit Maag
CEK-FAKTA | 20 Maret 2020 17:32 Reporter : Syifa Hanifah

Merdeka.com - Beredar video singkat di media sosial twitter, di mana nampak seorang pria yang menggunakan masker kejang-kejang di dalam gerbong Kereta Rel Listrik (KRL).

Dalam narasi yang dibuat pria tersebut yang kejang-kejang dikaitkan dengan virus corona.

"#stasiunpindokcina #terkapar di kerta baru ja #dampak covid 19 #CoronaIndonesia #hati gusy," narasi yang ditulis.

Penelusuran

Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta merdeka.com, yang dilansir dari Antara berjudul, 'KCI bantu penumpang kejang di Stasiun Pondok Cina tepis isu COVID-19.'

Jakarta (ANTARA) - PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) membantu penumpang yang mengalami kejang pada saat Kereta Rel Listrik (KRL) tujuan akhir Bogor memasuki Stasiun Pondok Cina pada pukul 21.00 WIB, Rabu.

"Setelah mendapat perawatan di pos kesehatan, pengguna mengaku memiliki riwayat sakit lambung, dan malam itu yang bersangkutan telat makan. Usai diberi air hangat dan obat, penumpang tersebut pulih, kemudian keluar dari stasiun untuk melanjutkan perjalanan pulang," kata VP Corporate Communications KCI Anne Purba dalam keterangan tertulisnya.

Anne menyayangkan penumpang lainnya yang mempublikasikan serta menyebarkan berita tidak benar terhadap penumpang berbaju biru itu karena dikait- kaitkan dengan wabah pandemi COVID-19.

"Tanpa penjelasan yang benar dan lengkap, mereka yang menyebarkan foto atau video semacam ini dapat terjerat pada penyebaran berita bohong, fitnah, maupun misinformasi dan disinformasi yang mengganggu kepentingan publik," kata Anne.

Dirinya pun mengimbau masyarakat agar tidak perlu membuat dokumentasi jika menemukan hal darurat dan segera memanggil petugas untuk mendapatkan pertolongan pertama.

"KCI mengajak masyarakat terutama para pengguna KRL untuk mengutamakan membantu sesama pengguna dan segera memberi tahu kepada petugas," kata Anne.

Lebih lanjut, Anne mengatakan jika dalam kondisi darurat yang membutuhkan penaganan tim medis. Penumpang disarankan untuk datang ke pos- pos kesehatan yang tersedia di 30 stasiun milik PT KCI.

"Petugas di Pos Kesehatan berlatar belakang perawat dan bidan. Pengguna KRL yang telah memiliki tiket dapat menggunakan fasilitas layanan ini," kata Anne.

Begitu juga dengan Suara.com, berjudul 'Bantah Corona, KCI Sebut Pria Bermasker Kejang-kejang karena Telat Makan', VP Corporate Communication PT Kereta Commuter Indonesia Anne purba menyatakan bahwa pelanggan itu mengalami sakit lambung, bukan corona.

"Pengguna mengaku memiliki riwayat sakit lambung, dan malam itu yang bersangkutan telat makan," ujar Anne dalam keterangan tertulis yang dikutip Suara.com, Kamis (19/3/2020).

Anne menjelaskan penyakit pria itu kambuh sekitar pukul 21.00 WIB 17 Maret lalu. Pria itu hendak menuju stasiun Bogor dan baru tiba di stasiun Pondok Cina, Depok.

Anne menyebut petugas langsung membawa yang bersangkutan ke posko kesehatan. Setelah mendapatkan pertolongan, pria itu kembali melanjutkan perjalanan.

"Usai diberi air hangat dan obat, pengguna tersebut pulih, kemudian keluar dari stasiun untuk melanjutkan perjalanan pulang," kata dia.

Perihal video pelangan yang sakit dan diduga terkena corona bukan sekali saja terjadi. Anne meminta masyarakat tidak asal mendokumentsasikan pelanggan yang sakit untuk menyebar isu negatif.

"Dalam situasi darurat bencana non-alam wabah virus corona seperti saat ini PT KCI meminta semua pihak tidak asal membuat dokumentasi dan menyebarkannya melalui berbagai media sosial maupun aplikasi pesan baik secara sengaja maupun tidak," katanya.

Dia pun menyayangkan adanya berita bohong alias hoaks yang mengaitkan video pengguna KRL itu dengan wabah corona yang sedang merebak di masyarakat.

Anne pun menyebut tindakan asal menyebarkan dokumentasi tanpa melakukan konfirmasi disebutnya menjurus ke penyebaran berita bohong atau hoaks. Hal ini bisa dipolisikan dan dikenakan pidana.

"Tindakan ini tentu berlawanan dengan Undang Undang Nomor 11 tahun 2008 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE)," kata dia.

Kesimpulan

Pria kejang-kejang di KRL tersebut mengalami sakit lambung karena telat makan, bukan corona. (mdk/dan)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami