CEK FAKTA: Tidak Benar Anies Baswedan Izinkan Pesepeda Masuk Jalan Tol

CEK FAKTA: Tidak Benar Anies Baswedan Izinkan Pesepeda Masuk Jalan Tol
CEK-FAKTA | 15 September 2020 11:43 Reporter : Fellyanda Suci Agiesta

Merdeka.com - Sebuah video pesepeda memasuki jalan tol beredar di media sosial. Narasi dalam video itu menyebutkan bahwa Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyetujui kebijakan sepeda masuk tol.

tidak benar anies baswedan izinkan sepeda masuk jalan tol

liputan6

"Kebijakan Anies Dikabulkan.. Sepeda Masuk Toll"

Penelusuran

Menurut penelusuran merdeka.com, informasi Gubernur Anies Baswedan menyetujui sepeda masuk tol adalah tidak benar. Dalam artikel merdeka.com berjudul "Pesepeda Masuk Tol Jagorawi Bahayakan Orang Lain" pada 14 September 2020, dijelaskan larangan kendaraan roda dua yang masuk jalan tol.

General Manager Representative Office 1 Jasamarga Metropolitan Tollroad Regional Division Oemi Vierta Moerdika mengaku, sangat menyayangkan aksi pesepeda yang masuk Jalan Tol Jagorawi Km 47+200 (traffic light Ciawi), dan mencoba melawan arah dengan menyeberang di median pada Km 46+500, menuju Tempat Istirahat dan Pelayanan (TIP) Km 45. Saat ini, kasus tersebut masih dalam penanganan pihak kepolisian.

Katanya, pesepeda yang berjumlah sekitar tujuh orang itu melintas di ruas Jalan Tol, dan empat di antaranya memotong jalan untuk melintas lawan arah sangat membahayakan diri sendiri dan pengguna jalan lainnya.

"Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 15 Tahun 2005, Pasal 38 Ayat 1, disebutkan, jalan tol hanya diperuntukkan bagi pengguna jalan yang menggunakan kendaraan bermotor roda empat atau lebih," tegasnya dalam siaran pers yang diterima, Senin (14/9).

Katanya, pihaknya telah memasang rambu-rambu informasi terkait hal tersebut. Dalam rambu-rambu yang dipasang telah diperingatkan apa saja atau kendaraan yang diperbolehkan masuk ke dalam tol.

"Kami telah memasang rambu larangan kendaraan roda dua masuk tol, rambu kendaraan apa saja yang boleh masuk tol dan batas kecepatan berkendara di jalan tol, di setiap akses masuk tol," kata Oemi.

"Jalan tol sebenarnya berbahaya bila dilewati kendaraan roda dua, sebab spesifikasi rancang bangunnya ditujukan untuk kendaraan roda empat atau lebih. Misalnya soal kecepatan, minimal kendaraan yang melintas di jalan tol antarkota melaju 80 KM per jam, sedangkan untuk jalan tol perkotaan 60 KM per jam. Pengendara sepeda juga akan bermasalah dengan empasan angin dari kendaraan lain sebab jalan tol dibuat tanpa hambatan," jelasnya.

Dengan kejadian ini, para sepeda ataupun roda dua dapat dikenakan hukuman yang berlaku.

Sebelumnya, sebuah video yang menunjukkan gerombolan pesepeda masuk ke ruas Jalan Tol Jagorawi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat viral di media sosial. Dari video yang beredar, ada sekitar tujuh pesepeda melintas di ruas Jalan Tol, dan empat di antaranya memotong jalan untuk melintas lawan arah.

Kemudian dalam artikel detik.com berjudul "Anies hanya Usulkan Road Bike yang Boleh Masuk Tol Dalkot" pada 26 Agustus 2020, dijelaskan bahwa Anies Baswedan masih mengusulkan sepeda masuk jalan tol.

"Gubernur DKI Anies Baswedan mengirimkan surat permohonan ke Menteri PUPR Basuki Hadimuljono. Anies meminta izin kepada Basuki untuk memanfaatkan ruas Jalan Tol Lingkar Dalam Kota sebagai lintasan sepeda pada Minggu.

Surat permohonan Anies itu beredar di media sosial. Hal dalam surat yang beredar tersebut berisikan permohonan pemanfaatan ruas Jalan Tol Lingkar Dalam (Cawang-Tanjung Priok).

"Mohon kiranya Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dapat memberikan izin pemanfaatan 1 ruas jalan Tol Lingkar Dalam Jakarta (Cawang-Tanjung Priok) sisi barat sebagai lintasan road bike guna mengakomodir pengguna sepeda pada setiap hari Minggu pukul 06.00-09.00," demikian bunyi salah satu isi surat tersebut."

Kemudian dalam artikel bisnis.com berjudul "Sepeda Masuk Tol, Menteri PUPR Mentahkan Usulan Anies" pada 9 September 2020, dijelaskan bahwa Menteri PUPR belum bisa memenuhi permintaan Anies Baswedan.

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menyampaikan secara regulasi permintaan Pemprov DKI Jakarta, agar sepeda bisa masuk jalur tol dalam kota demi kepentingan Road Bike, belum dapat dipenuhi.

Menteri PUPR Basoeki Hadimoeljono menjelaskan berdasarkan laporan dari timnya, penggunaan ruas tol sejalur tidak diperkenankan karena jalan tol diperuntukkan bagi mobil roda empat dan lebih. Kendaraan dengan roda kurang dari empat saja juga tidak diperkenankan seperti bajaj terlebih untuk sepeda.

“Apakah ke depannya disetujui ada jalur sepeda di tol, tergantung kajiannya. Namun, yang jelas kalau dengan surat yang sudah diajukan sekarang untuk road bike, kami kira tidak memenuhi aturannya,” jelasnya, Rabu (9/9/2020).

Kemudian dalam artikel Republika berjudul "Dishub DKI Kaji Lebih Dalam Kebijakan Sepeda Masuk Tol" pada 9 Sepember 2020, dijelaskan bahwa usulan Anies Baswedan masih dalam kajian.

Dinas Perhubungan DKI Jakarta masih mengkaji lebih dalam soal kebijakan pesepeda balap masuk tol, walaupun sempat dijanjikan akan mengumumkan hasil simulasi teknis hal ini pada Rabu (9/9). Dishub menyebut intinya tidak sembarang sepeda yang bisa masuk tol, hanya sepeda balap dan itupun harus tetap mendaftar.

Kepala Bidang Angkutan Jalan Dishub DKI Jakarta Susilo Dewanto mengatakan, saat ini pihak Dishub DKI bersama beberapa pihak, seperti operator jalan tol terkait masih melakukan kajian secara intens terkait kebijakan ini. Sehingga belum ada pengumuman resmi untuk hari ini. Ia mengatakan apabila pembahasan dan kajian teknisnya sudah lengkap maka akan diumumkan, syarat dan ketentuannya kepada publik.

"Jadi Dishub dan jajaran Pemprov DKI bersama pihak pengelola jalan tol saat ini masih membahasnya," ujar Susilo

Kesimpulan

Video yang bernarasi bahwa Gubernur Anies Baswedan mengabulkan pesepeda masuk jalan tol adalah tidak benar. Hingga saat ini, Menteri PUPR belum bisa mengabulkan permintaan Anies Baswedan terkait izin sepeda masuk tol, dan usulan tersebut masih dalam kajian.

Jangan mudah percaya dan cek setiap informasi yang kalian dapatkan, pastikan itu berasal dari sumber terpercaya, sehingga bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya. (mdk/noe)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami