CEK FAKTA: Tidak Benar Anies Sebut Solusi Banjir Tunggu Musim Kemarau

CEK FAKTA: Tidak Benar Anies Sebut Solusi Banjir Tunggu Musim Kemarau
CEK-FAKTA | 14 Juli 2020 06:00 Reporter : Syifa Hanifah

Merdeka.com - Beredar sebuah foto Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang mengebutkan jika solusi banjir adalah menunggu musim kemarau viral di media sosial.

Foto yang diunggah bernarasi;

"SOLUSI BANJIR ITU MUDAH TINGGAL TUNGGU MUSIM KEMARAU."

tidak benar anies sebut solusi banjir tunggu musim kemarau

Kominfo

Penelusuran

Cek Fakta merdeka.com menelusuri klaim Anies Baswedan jika solusi banjir adalah menunggu musim kemarau. Hasil penelusuran foto yang digunakan berasal dari artikel Detik.com yang berjudul "Anies: Anggaran Lem Aibon Diramaikan tapi DKI Provinsi Bebas Korupsi" dimuat pada Selasa, 10 Desember 2019.

Penelusuran dilakukan menggunakan Google Search dengan kata kunci "solusi banjir dari anies tunggu musim kemarau", hasilnya tidak ditemukan artikel yang menyebutkan hal tersebut. Namun ditemukan artikel Kompas.com berjudul "Antisipasi Banjir di Musim Hujan, Anies Siapkan Dua Solusi" dimuat pada 11 November 2018.

Artikel tersebut berisi:

JAKARTA,KOMPAS.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta telah menyiapkan cara dalam mengantisipasi adanya banjir pada musim hujan tahun ini.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyebutkan, langkah pertama adalah dengan membuat vertical drainage atau sumur serapan. Adapun langkah kedua adalah meminta warga cepat tanggap dengan datangnya banjir.

"Satu, air yang turun di Jakarta itu sebisa mungkin kita masukkan ke dalam tanah kita sudah siapkan gambaran programnya tidak lama lagi. Kita akan kick off untuk vertikal drainase, sekarang sedang diuji coba di beberapa titik, nanti kalau sudah selesai ceritakan," kata Anies di Kali Ciliwung, Condet, Jakarta Timur, Minggu (11/11/2018).

Anies mengatakan, pihaknya mendorong pentingnya mengembalikan sungai-sungai menjadi sebuah ekosistem yang natural atau disebut naturalisasi. Ia berharap agar masyarakat bisa ikut andil dalam mewujudkan dengan menjaga lingkugan.

"Kedua, untuk air yang turun dari hulu, semua masyarakat terutama di sepanjang daerah aliran sungai yaitu antisipasi kita akan siapkan untuk respon cepat bila terjadi limpahan air dari hulu, yang di Jakarta sebisa mungkin saluran air semuanya bersih," terangnya.

Pemprov DKI, lanjut Anies, juga telah melakukan uji coba naturalisasi di beberapa tempat. Tetapi ia belum ingin mengungkap titik tempat uji coba dan hasilnya.

Kesimpulan

Klaim Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sebut solusi banjir menunggu musim kemarau adalah tidak benar. Faktanya tidak ditemukan pernyataan Anies seperti dalam klaim tersebut.

Pada tahun 2018, Anies mengungkapkan solusi banjir ada dua, pertama membuat vertical drainage atau sumur serapan. Adapun langkah kedua adalah meminta warga cepat tanggap dengan datangnya banjir.

Jangan mudah percaya dan cek setiap informasi yang kalian dapatkan, pastikan itu berasal dari sumber terpercaya, sehingga bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya. (mdk/noe)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami