CEK FAKTA: Tidak Benar Cacar Monyet Hanya Tersebar di Negara Penerima Vaksin Pfizer

CEK FAKTA: Tidak Benar Cacar Monyet Hanya Tersebar di Negara Penerima Vaksin Pfizer
Partikel virus cacar monyet berbentuk oval. ©Cynthia S. Goldsmith, Russell Regnery/CDC/Handout via Reuters
CEK-FAKTA | 12 Agustus 2022 14:16 Reporter : Syifa Hanifah

Merdeka.com - Beredar unggahan di media sosial yang mengklaim bahwa wabah terbaru cacar monyet hanya terjadi di negara-negara yang telah memberikan vaksin Covid-19 dari Pfizer-BioNTech. Terdapat peta menunjukkan negara-negara yang telah melaporkan kasus cacar monyet sejak Mei 2022 dan peta berwarna merah menunjukkan negara-negara di mana vaksin Pfizer-BioNTech Covid-19 telah disetujui untuk digunakan.

Unggahan tersebut kemudian mengklaim bahwa Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) belum menerima satu laporan pun tentang cacar monyet dari negara-negara yang tidak memberikan vaksin Pfizer-BioNTech.

"‘Monkeypox’ Hanya Beredar Di Negara-negara Tempat Vaksin Pfizer Telah Didistribusikan Coba renungkan sejenak.
Ini digunakan untuk memajukan Penetapan Ulang Hebat Teknokratik
▪️’Monkeypox’ beredar di beberapa negara termasuk AS, Inggris, Kanada, Brasil, Australia dan sebagian besar Eropa sekaligus
▪️ WHO belum menerima satu pun laporan tentang cacar monyet dari negara mana pun di dunia di mana vaksin Pfizer tidak diberikan
▪️ Otoritas kesehatan bergegas untuk menutupi kerusakan dari menyuntikkan jutaan orang dengan injeksi mDNA percobaan
▪️’Monkeypox’ benar-benar infeksi herpes akibat vaksin Covid-19, herpes zoster, penyakit lepuh autoimun dan penyakit lainnya yang disebabkan oleh sistem imun yang melemah akibat vaksin Covid-19
Pihak berwenang juga menggunakannya untuk memajukan agenda teknokratis mereka." narasi dalam unggahan akun Facebook.

cek fakta tidak benar cacar monyet hanya tersebar di negara penerima vaksin pfizer
Facebook

Penelusuran

Melansir dari AFP Fack Check, profesor kesehatan internasional di Universitas Curtin Australia, Jaya Dantas mengatakan dia tidak menemukan korelasi antara wabah cacar monyet baru-baru ini dan negara-negara di mana vaksin Pfizer-BioNTech telah diberikan.

"Vaksin Pfizer telah diberikan di 180 negara dan sebagian besar tidak memiliki kasus cacar monyet," kata Dantas kepada AFP.

Sementara itu, Peter Collignon, seorang profesor dari Australian National University Medical School, mengatakan kepada AFP bahwa cacar monyet sudah ada selama beberapa dekade sebelum vaksin Covid-19 dibuat.

"Cacar monyet sudah dikenal puluhan tahun, jauh sebelum vaksin Covid-19 dikembangkan," kata Collignon.

Sedangkan klaim bahwa WHO belum menerima laporan kasus cacar monyet dari negara-negara yang tidak menggunakan vaksin Pfizer-BioNTech juga salah.

Beberapa negara termasuk India, Rusia dan Venezuela - telah melaporkan setidaknya satu kasus cacar monyet pada 9 Agustus tetapi otoritas kesehatan masing-masing tidak memberikan vaksin Pfizer-BioNTech kepada publik.

Kesimpulan

Cacar monyet menyebar di negara yang menerima vaksin Pfizer adalah keliru. Tidak ada hubungannya pemberian vaksin Covid dengan cacar monyet.

Jangan mudah percaya dan cek setiap informasi yang kalian dapatkan. Pastikan itu berasal dari sumber terpercaya, sehingga bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Referensi

https://factcheck.afp.com/doc.afp.com.32FY3CM

(mdk/noe)

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Opini