CEK FAKTA: Tidak Benar Garam Bercampur Ludah Bisa Pecahkan Kaca Mobil

CEK FAKTA: Tidak Benar Garam Bercampur Ludah Bisa Pecahkan Kaca Mobil
Ilustrasi perampok spesialis pecah kaca mobil. ©2020 Merdeka.com/liputan6.com
CEK-FAKTA | 22 September 2020 13:49 Reporter : Fellyanda Suci Agiesta

Merdeka.com - Informasi perusakan mobil dengan menggunakan ludah dan garam beredar kembali di media sosial Facebook. Informasi itu menyebutkan bahwa perampok melemparkan ludah bercampur garam untuk merusak kaca mobil korbannya.

hoaks garam campur ludah bisa pecahkan kaca
turnbackhoax

You only need salt and saliva to break the car class!! Beware of your car!?

Berikut terjemahannya:

Kamu hanya membutuhkan garam dan air liur untuk memecahkan kaca mobil!! Waspadalah terhadap mobil Anda!?

Penelusuran

Menurut penelusuran merdeka.com, informasi perusakan kaca mobil dengan menggunakan ludah dan garam adalah tidak benar. Dalam artikel liputan6 berjudul "Waspada Teknik Baru Maling Pecahkan Kaca Mobil Pakai Keramik Busi" pada 3 Desember 2015, dijelaskan bahwa bahan yang bisa merusak kaca mobil bukan garam.

Dalam artikel liputan6, beberapa komplotan pencuri ternyata cukup menggunakan pecahan keramik dari busi.

Awalnya, komplotan pencuri memecahkan keramik di busi mobil dengan bantuan batu yang cukup besar. Setelah menjadi serpihan, pecahan keramik tersebut dimasukkan ke mulut agar bercampur dengan air ludah dan lengket menyatu. Selanjutnya, komplotan pencuri melemparnya ke kaca mobil.

Lalu, bagaimana penjelasannya? Ternyata hal tersebut dapat terjadi karena keramik memiliki tingkat kekerasan yang lebih tinggi dibanding kaca mobil. Keramik atau alumunium oxide ceramic memiliki tingkat kekerasan 9 Skala Mohs, setingkat di bawah Intan (10 Skala Mohs). Sedangkan kaca mobil yang berasal dari batu kwarsa memiliki tingkat kekerasan 6,5 Skala Mohs.

Hal tersebut membuat kaca mobil dapat dipecahkan oleh keramik, tapi tidak mudah pecah oleh besi dan platinum yang tingkat kekerasannya hanya 4,5 Skala Mohs. Skala Mohs sendiri merupakan ukuran tingkat kekerasan yang ditemukan oleh Friedrich MOhs pada tahun 1812.

Di beberapa negara bagian di Amerika, keramik termasuk dalam kategori senjata perampokan dengan sebutan Ninja Rocks. Hal ini berdasarkan utilitas keramik yang ketika membentur tidak berisik, namun mematikan dan dapat membuat kaca pecah.

Kesimpulan

Informasi perusakan kaca mobil dengan menggunakan garam bercampur ludah adalah tidak benar. Perampok menggunakan serpihan keramik busi yang bercampur ludah. Kemudian melakukannya dengan melemparkan ke kaca mobil.

Jangan mudah percaya dan cek setiap informasi yang kalian dapatkan, pastikan itu berasal dari sumber terpercaya, sehingga bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya. (mdk/noe)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami