CEK FAKTA: Tidak Benar Hong Kong Perbolehkan Salat Idul Fitri di Masjid

CEK FAKTA: Tidak Benar Hong Kong Perbolehkan Salat Idul Fitri di Masjid
CEK-FAKTA | 22 Mei 2020 11:37 Reporter : Syifa Hanifah

Merdeka.com - Beredar informasi di media sosial Facebook yang menyebutkan Hong Kong memperbolehkan salat Idul Fitri 1441 H di masjid.

Informasi yang diunggah tersebut bernarasi membandingkan kondisi di Hong Kong dengan Indonesia. Berikut narasinya:

Miris banget melihat negeri sendiri, di Hongkong boleh sholat idul Fitri, masjid di buka di Indonesia negara sendiri di tutup.

tidak benar hong kong perbolehkan salat idul fitri di masjid

©2020 Merdeka.com/ Kominfo

Penelusuran

Cek Fakta merdeka.com menelusuri klaim Hong Kong memperbolehkan salat Idul Fitri 1441 H di masjid. Faktanya, Pemerintah Hong Kong membuat larangan berkumpul lebih dari 8 orang di tempat umum.

Sementara itu, Konsulat Jenderal RI di Hong Kong memutuskan bahwa tahun ini tidak menggelar shalat Idul Fitri di Victoria Park yang selama ini telah menjadi tempat berkumpul favorit para warga negara Indonesia di kota itu.

Dalam pernyataan bersama dengan para perwakilan organisasi kemasyarakatan Islam, Selasa, KJRI memutuskan hal itu atas pertimbangan untuk melindungi keselamatan dan kesehatan seluruh WNI di Hong Kong dan Makau.

"Untuk keselamatan bersama, sekaligus mematuhi aturan dari pemerintah Hong Kong tentang larangan berkumpul lebih dari delapan orang di tempat umum, kami menghimbau agar salat Id dilaksanakan di rumah masing-masing," kata Konsulat Jenderal RI Ricky Suhendar, dilansir dari Antara dalam artikel berjudul "KJRI Hong Kong tidak gelar shalat Idul Fitri di Victoria Park".

Pihaknya menyadari bahwa salat Idul Fitri di Victoria Park merupakan kegiatan yang sangat ditunggu-tunggu para WNI di Hong Kong.

"Namun kami meminta pengertian dari para WNI bahwa untuk kesehatan dan keselamatan bersama, kami tidak melaksanakan kegiatan tersebut tahun ini," ujarnya.

Sementara itu, Abdul Muhaemin Karim, tokoh masyarakat Indonesia yang bekerja pada Islamic Union Hong Kong, mengatakan bahwa setiap orang wajib melakukan ikhtiar menjaga kesehatan bersama dalam situasi pandemik saat ini, salah satunya menghindari shalat Idul Fitri dengan cara berkumpul.

"Demikian juga agama mengajarkan kita untuk mengikuti segala aturan yang diberlakukan oleh pemerintah setempat yang tujuannya untuk menjaga dan melindungi kesehatan kita bersama," ucapnya.

Keputusan KJRI ini juga didukung oleh organisasi keagamaan Islam lainnya di Hong Kong antara lain Pengurus Cabang Istimewa Nahdatul Ulama (PCINU) Hong Kong, Persatuan Organisasi Muslim Indonesia di Hong Kong (POSMIH), dan Dompet Dhuafa Hong Kong (DDHK).

Kami mengimbau WNI di Hong Kong dan Makau agar melaksanakan shalat Id di rumah masing-masing untuk memutus mata rantai penyebaran COVID-19, demikian pernyataan bersama yang disampaikan PCINU, POSMIH, dan Dompet Dhuafa.

Kesimpulan

Informasi di Hong Kong menggelar salat Idul Fitri 1441 H di masjid tidak benar. Faktanya, Pemerintah Hong Kong membuat larangan berkumpul lebih dari 8 orang di tempat umum.

Sementara itu, Konsulat Jenderal RI di Hong Kong memutuskan bahwa tahun ini tidak menggelar salat Idul Fitri di Victoria Park yang selama ini telah menjadi tempat berkumpul favorit para warga negara Indonesia.

Jangan mudah percaya dan cek setiap informasi yang kalian dapatkan, pastikan itu berasal dari sumber terpercaya, sehingga bisa di pertanggungjawabkan kebenarannya. (mdk/noe)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami