CEK FAKTA: Tidak Benar Indonesia Tawarkan Pangkalan di Kepulauan Natuna kepada AS

CEK FAKTA: Tidak Benar Indonesia Tawarkan Pangkalan di Kepulauan Natuna kepada AS
CEK-FAKTA | 17 November 2020 12:00 Reporter : Fellyanda Suci Agiesta

Merdeka.com - Sebuah artikel yang menyebutkan Indonesia menawarkan pangkalan di Kepulauan Natuna kepada Amerika Serikat beredar di media sosial. Artikel tersebut diterbitkan oleh PORTALISLAM.CO berjudul "Indonesia Tawarkan 'Pangkalan' di Kepulauan Natuna kepada AS".

tangkapan layar artikel indonesia tawarkan pangkalan kepulauan natuna kepada as

istimewa

"Laris manis tar juga ada nama jalan apa nama nisan," tulis pengunggah berita tersebut.

Penelusuran

Menurut penelusuran merdeka.com, artikel berjudul "Indonesia Tawarkan 'Pangkalan' di Kepulauan Natuna kepada AS" adalah tidak benar. Judul dalam artikel tersebut tidak sesuai dengan isi berita. Kemudian, dalam artikel juga tidak disebutkan bahwa Indonesia menawarkan pangkalan di Kepulauan Natuna kepada AS.

Kemudian dalam artikel medcom.id berjudul "Indonesia Undang AS Investasi di Pulau Natuna" pada 29 Oktober 2020, dijelaskan bahwa Kedatangan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Mike Pompeo ke Jakarta, ditujukan untuk memperkuat kemitraan strategis Indonesia dan AS. Menlu Retno Marsudi pun mengajak AS investasi di pulau terluat Indonesia.

Melalui konferensi pers kedua menlu yang dilakukan secara virtual, mereka sepakat untuk meningkatkan kemitraan strategis dengan memperkuat nilai dan kepentingan bersama sambil menghormati perbedaan.

Dalam sisi ekonomi, Indonesia dan Amerika Serikat sepakat untuk terus memperkuat kerja sama ekonomi. Khususnya untuk memperkuat rantai pasokan global (GSP) dan mempercepat pemulihan ekonomi.

“Berkaitan dengan hal tersebut, saya kembali menggarisbawahi pentingnya fasilitas GSP, yang tidak hanya membawa manfaat bagi Indonesia tetapi juga bagi bisnis AS,” ujar Menlu Retno Marsudi dalam keterangan secara virtual, Kamis 29 Oktober 2020.

“Saya mendorong bisnis AS untuk lebih banyak berinvestasi di Indonesia. Termasuk untuk proyek-proyek di pulau-pulau terluar Indonesia, seperti Pulau Natuna,” ujar Menlu Retno.

Kesimpulan

Informasi Indonesia menawarkan 'pangkalan' di Kepulauan Natuna kepada AS adalah tidak benar. Indonesia hanya mengajak AS untuk investasi di Pulau Natuna.

Jangan mudah percaya dan cek setiap informasi yang kalian dapatkan, pastikan itu berasal dari sumber terpercaya, sehingga bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya. (mdk/noe)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami