CEK FAKTA: Tidak Benar, Jantung Berhenti Berdetak saat Bersin

CEK FAKTA: Tidak Benar, Jantung Berhenti Berdetak saat Bersin
Ilustrasi bersin. © isciencemag.co.uk
CEK-FAKTA | 29 November 2021 11:20 Reporter : Syifa Hanifah

Merdeka.com - Beredar informasi di media sosial yang menyebutkan ketika bersin, jantung manusia berhenti berdetak dan mengalami kematian dalam beberapa detik.

"Saat kamu bersin kamu mati sebentar," narasi yang beredar.

Penelusuran

Kabar mengenai jantung berhenti saat orang bersin adalah tidak benar. Dilansir dari detikHealth, tekanan dalam dada saat orang bersin hanya mengubah tekanan pada denyut jantung tapi tidak membuatnya berhenti, seperti dikutip dari Menshealth.about.

Bersin diawali dengan sensasi menggelitik di ujung saraf yang mengirim pesan ke otak untuk membersihkan lapisan hidung. Sebelum bersin orang akan menarik napas dalam-dalam dan mengencangkan otot-otot dada.

Tekanan dalam paru-paru akan meningkat lalu menutup mata dan terjadilah bersin. Adanya perubahan tekanan ini membuat irama detak jantung menjadi berubah sehingga beberapa orang menganggap jantungnya berhenti saat bersin.

Saat bersih beberapa bagian tubuh akan terlibat seperti otot di wajah, tenggorokan, dada dan perut. Hal ini memungkinkan bagi laki-laki yang masih muda untuk bersin lebih kuat daripada orang yang tua atau perempuan karena memiliki kerangka tubuh yang lebih kecil.

Kesimpulan

Klaim jantung berhenti saat orang bersin adalah tidak benar. Faktanya, saat bersin hanya mengubah tekanan pada denyut jantung tapi tidak menyebabkan berhenti.

Jangan mudah percaya dan cek setiap informasi yang kalian dapatkan. Pastikan itu berasal dari sumber terpercaya, sehingga bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Referensi

https://health.detik.com/hidup-sehat-detikhealth/d-1720345/benarkah-jantung-berhenti-berdetak-saat-bersin

(mdk/lia)

TOPIK TERKAIT

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami