CEK FAKTA: Tidak Benar Kementerian Kesehatan Jepang Larang Vaksin Covid-19 ke-4

CEK FAKTA: Tidak Benar Kementerian Kesehatan Jepang Larang Vaksin Covid-19 ke-4
Pemberian vaksin Covid-19. ©2022 REUTERS/Hannah Beier
CEK-FAKTA | 9 Agustus 2022 12:53 Reporter : Syifa Hanifah

Merdeka.com - Beredar sebuah poster yang diklaim dikeluarkan oleh Kementerian Kesehatan Jepang memperingatkan agar tidak menerima dosis keempat vaksin Covid-19 karena risiko penurunan kekebalan.

Berikut narasinya yang sudah diterjemahkan dalam Bahasa Indonesia:

"Semakin banyak jab yang diterima, semakin banyak yang terinfeksi. Tidak hanya kasus PCR yang positif akan semakin banyak, tetapi risiko kematian juga akan meningkat. [Vaksin akan] menurunkan kekebalan. Di Jepang, jumlah orang yang dites positif Covid melonjak karena jabs ke-3. Vaksin tidak dapat menghentikan infeksi, atau menghentikan penyakit agar tidak bertambah parah. Anda tidak boleh mendapatkan suntikan ke-4."

Penelusuran

Dilansir dari situs AFP Fact Check, Kementerian Kesehatan Jepang menawarkan dosis keempat vaksin Covid-19 untuk mereka yang berusia di atas 60 tahun dan orang-orang berusia 18 tahun ke atas yang dianggap berisiko lebih tinggi terkena penyakit tersebut, menurut situs resmi kementerian tersebut.

Negara ini akan memberikan vaksin keempat antara 25 Mei dan 30 September 2022.

Asosiasi Medis Jepang (JMA)juga merekomendasikan vaksinasi di situs webnya, dengan mengatakan "penyebaran infeksi dapat dibatasi jika sebanyak mungkin orang menerima vaksinasi."

Sementara itu, Profesor Eom Jung-shik, seorang ahli penyakit menular di Gachon University Gil Medical Center mengatakan bahwa suntikan booster mengurangi kekebalan seseorang, dan kemungkinan kematian, tidak didukung oleh bukti, kata para ahli medis.

"Tidak ada bukti untuk mendukung klaim ini. Untuk membuktikan bahwa vaksin melemahkan kekebalan Anda, seseorang harus menunjukkan bahwa setelah vaksinasi, jumlah sel T berkurang atau melemah, atau antibodi berkurang," kata Eom.

"Tetapi faktanya, diamati melalui bukti kuantitatif dan kualitatif, adalah bahwa vaksin meningkatkan antibodi dan mengurangi risiko penyakit serius," lanjutnya.

Profesor Kim Woo-joo, seorang ahli penyakit menular di Universitas Korea, juga mengatakan kurangnya bukti untuk mendukung gagasan bahwa dosis ganda melemahkan kekebalan.

"Meskipun demikian, ada banyak bukti yang menunjukkan bahwa vaksin telah menyelamatkan nyawa dan mencegah penyakit serius," kata Kim.

Kesimpulan

Klaim Jepang melarang pemberian vaksin ke4 adalah tidak benar. Faktanya, Kementerian Kesehatan Jepang menawarkan dosis keempat vaksin Covid-19 bagi orang-orang yang dianggap berisiko lebih tinggi terkena penyakit tersebut

Jangan mudah percaya dan cek setiap informasi yang kalian dapatkan. Pastikan itu berasal dari sumber terpercaya, sehingga bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Referensi

https://factcheck.afp.com/doc.afp.com.32EY4XV

(mdk/noe)

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Opini