CEK FAKTA: Tidak Benar Menara Eiffel di Paris Dibom

CEK FAKTA: Tidak Benar Menara Eiffel di Paris Dibom
Menara Eiffel. ©2012 Shutterstock/S.Borisov
CEK-FAKTA | 22 Maret 2022 10:59 Reporter : Syifa Hanifah

Merdeka.com - Beredar video memperlihatkan sebuah menara yang diklaim sebagai menara Eiffel, Paris, Prancis dibom. Video berdurasi 5 menit itu, terlihat seorang wanita yang sedang berdiri dengan latar belakang sebuah menara, tak lama terdengar suara ledakan dan asap hitam di sekitar menara tersebut.

"Menara Paris/Eiffel di Bom," narasi dalam unggahannya.

tidak benar menara eiffel di paris dibom
©Facebook

Penelusuran

Hasil penelusuran, video menara Eiffel dibom adalah keliru. Video tersebut merupakan film pendek yang disutradarai oleh sutradara asal Prancis bernama Olias Barco yang pada saat ini tinggal di Kyiv, Ukraina.

Video yang sama diunggah Olias Barco di akun Instagramnya, @barcoolias. Diakhir videonya, dia menambahkan narasi yang sudah diterjemahkan dalam Bahasa Indonesia "Pikirkan jika itu juga terjadi di Ibu Kota lain di Eropa."

Barco menyatakan bahwa narasi yang terdapat pada bagian akhir film pendek yang diproduksinya bertujuan untuk memberikan sebuah gambaran terkait dengan peristiwa antara Rusia dengan Ukraina atas dampak buruk yang mungkin saja terjadi kepada berbagai wilayah di Eropa terkait dengan berbagai serangan yang pada saat ini dilakukan oleh Rusia kepada Ukraina.

Kesimpulan

Video menara Eiffel dibom adalah keliru. Faktanya, video tersebut merupakan film pendek yang disutradarai oleh sutradara asal Prancis bernama Olias Barco.

Jangan mudah percaya dan cek setiap informasi yang kalian dapatkan. Pastikan itu berasal dari sumber terpercaya, sehingga bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Referensi

https://www.instagram.com/p/Ca_rWBZrWNO/
https://turnbackhoax.id/2022/03/20/salah-menara-eiffel-di-paris-prancis-di-bom/

(mdk/lia)

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Opini