CEK FAKTA: Tidak Benar Menkes Terawan Sebut Kematian Dokter Jangan Dibesar-besarkan

CEK FAKTA: Tidak Benar Menkes Terawan Sebut Kematian Dokter Jangan Dibesar-besarkan
CEK-FAKTA | 18 September 2020 11:06 Reporter : Syifa Hanifah

Merdeka.com - Beredar sebuah poster yang berisi tentang pernyataan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto terkait meninggalnya dokter untuk tidak dibesar-besarkan. Sebab masih banyak tenaga cadangan dokter yang mencapai 3.000.

Dalam poster itu terdapat foto Terawan dan logo Kementerian Kesehatan dan logo situs berita rmol.id. Poster tersebut bernarasi sebagai berikut:

Kematian Dokter Jangan Dibesar besarkan, masih banyak tenaga cadangan dokter capai 3000 an

Pernyataan Menteri Kesehatan, Terawan Agus Putranto terkait masih banyaknya tenaga kesehatan cadangan yang jumlahnya mencapai 3.500 orang menuai kontroversi.

Anggota Komisi III DPR, Nasir Djamil menyayangkan pernyataan yang seolah menjadikan dokter sebagai "stok" gudang. Selain tidak menunjukkan empati, ucapan sang Menkes tersebut malah menunjukkan kegagalannya mengantisipasi krisis kesehatan di Indonesia sehingga banyak tenaga kesehatan yang gugur.

tidak benar menkes terawan sebut kematian dokter jangan dibesar besarkan

Penelusuran

Hasil penelusuran Cek Fakta merdeka.com tidak ditemukan pernyataan Menkes Terawan tentang kematian dokter yang jangan dibesar-bersarkan, karena masih banyak tenaga cadangan dokter capai 3 ribuan.

Sementara itu poster yang beredar merupakan hasil editan dari poster asli yang berasal dari situs berita rmol.id. Dalam akun Instagram rmol.id, poster asli bertuliskan; "Dokter Bukan Stok Gudang" diunggah pada 15 September 2020.

tidak benar menkes terawan sebut kematian dokter jangan dibesar besarkan

Instagram rmol.id

Berikut keterangannya:

"Pernyataan Menteri Kesehatan, Terawan Agus Putranto soal masih banyaknya tenaga kesehatan cadangan yang jumlahnya mencapai 3.500 dokter hingga perawat untuk menangani pandemik Covid-19 di tanah air menuai kontroversi.
.
Anggota Komisi III DPR, Nasir Djamil menilai ucapan pembantu Presiden Joko Widodo itu tidak menunjukkan empati kepada para tenaga medis yang telah gugur. Bagaimana tidak, perjuangan seorang dokter yang menjadi garda terdepan penanganan Covid-19 seolah dijadikan "stok". "Komunikasi publik sejumlah menteri di kabinet Jokowi sangat buruk dan kurang berempati dengan korban terutama para dokter. Pernyataan itu bisa diinterpretasi seolah olah dokter itu barang yang ada di gudang," kata Nasir Djamil.
.
Berita selengkapnya hanya di:
www.rmol.id

#rmolid #republikmerdekaonline #terawanagusputranto #menkesri"

Kesimpulan

Pernyataan Menkes Terawan terkait kematian dokter jangan dibesar-besarkan adalah tidak benar.

Pernyataan Menkes adalah hasil suntingan atau editan dari poster aslinya yang berbunyi "Dokter Bukan Stok Gudang."

Jangan mudah percaya dan cek setiap informasi yang kalian dapatkan, pastikan itu berasal dari sumber terpercaya, sehingga bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya. (mdk/noe)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami