CEK FAKTA: Tidak Benar Menusuk Ujung Jari Pertolongan Pertama untuk Penderita Stroke

CEK FAKTA: Tidak Benar Menusuk Ujung Jari Pertolongan Pertama untuk Penderita Stroke
CEK-FAKTA | 3 Juni 2020 17:37 Reporter : Syifa Hanifah

Merdeka.com - Beredar informasi terkait cara pertolongan pertama untuk penderita stroke dengan menusuk cara ujung jari sampai berdarah.

Informasi terkait menusuk ujung jari sebagai cara pertolongan pertama untuk penderita stroke diunggah akun Facebook Yalianus Kale.

tidak benar menusuk ujung jari pertolongan pertama untuk penderita stroke
©2020 Liputan6.com

Berikut narasinya:

METODE PERTOLONGAN PERTAMA MELALUI "PELEPASAN DARAH" BAGI PENDERITA STROKE# Jika ada di antara keluarga kita yang terkena stroke, jangan panik. itu kuncinya. Sebab, jika Anda panik, justru akan memperparah stroke yang dideritanya.

Ada pertolongan pertama yang dijamin sangat efektif. Dan cara ini sudah diperkenalkan secara luas, agar menjadi pertimbangan masyarakat sebagai alternatif pertolongan pertama bagi orang yang terkena stroke.

Cara ini merupakan metode penyembuhan melalui "PELEPASAN DARAH". Tujuannya adalah untuk menolong si penderita agar tidak fatal. Bahkan dipastikan hampir tidak ada efek sampingnya. Perlu diketahui, orang yang terkena stroke, pembuluh darah di bagian otak lambat laun akan menuju pada PROSES PERPECAHAN. Bila menghadapi keadaan demikian, jangan panik... sekali lagi jangan panik.

Dimana pun penderita berada (kamar mandi, kamar tidur, atau ruang tamu), "JANGAN DIPINDAHKAN TERBURU-BURU. KARENA BILA DIPINDAHKAN, AKAN MEMEPERCEPAT PROSES PECAHNYA PEMBULUH DARAH".Di tempat kejadian itu, topanglah si penderita supaya dalam posisi duduk, agar tidak terjatuh lagi.

Setelah posisi duduk, kini saatnya untuk melepaskan darah. Bila di rumah ada jarum suntik, itu paling baik. Bila tidak ada, pakailah jarum jahit atau jarum pentul. Namun sebelumnya jarum harus disterilkan dengan cara dibakar api sejenak. (pakai korek api, kompor).

Kemudian tusuklah kesepuluh ujung jari di kedua tangan agar berdarah. Bila darah tidak keluar, bisa dipencet atau dipijit, hingga kesepuluh jari itu meneteskan darah ("setiap jari setetes"). Beberapa menit kemudian, si penderita dengan sendirinya akan sadar kembali.

Bila mulutnya bengkok atau miring, tariklah telinganya sampai merah, dan di bagian daun telinganya juga ditusuk masing-masing dua tusukan jarum, sehingga masing-masing telinga menetes dua tetes darah. Beberapa menit kemudian mulutnya akan kembali normal.

Setelah semuanya dirasakan normal, tanpa gejala lain, barulah si penderita diantarkan ke tempat pengobatan. maka masa krisis sudah bisa dilewati.Sebaliknya, bila buru-buru mengangkut dengan ambulans, maka sepanjang jalan akan terjadi goncangan. Sesampainya ke rumah sakit, hampir semua pembuluh darahnya akan pecah, dan akan terjadi pendarahan yang hebat di dalam otaknya. Jika itu terjadi, jangan lagi mengatakan bisa tertolong oleh pengobatan medis, ada mujizat pun sulit untuk mempertahankan nyawanya.

Umumnya, reaksi dari anggota keluarga atau masyarakat akan buru-buru membawa penderita stroke ke rumah sakit untuk pengobatan. Padahal, goncangan sepanjang jalan akan mempercepat pecahnya pembuluh darah. Sehingga banyak penderita yang mengalami kerusakan fatal di bagian pembuluh darahnya.

Maka, pendarahan otak menduduki peringkat kedua dalam ranking penyebab kematian. Mungkin ada yang mujur karena tidak fatal. Akan tetapi yang terjadi adalah KELUMPUHAN SEUMUR HIDUP. Sungguh suatu kerugian besar bagi pribadi si penderita, maupun anggota keluarga.

Pendarahan otak adalah sungguh mengerikan.Andai kita dapat mengingat cara "PELEPASAN DARAH" ini, maka akan dapat memberi pertolongan pertama, dan dalam waktu singkat dapat menolong si penderita supaya tidak terjadi kerusakan yang FATAL dan KEMATIAN... Simpanlah dan ingat artikel ini... Sekian !

Penelusuran

Cek Fakta merdeka.com menelusuri klaim menusuk ujung cari sampai berdarah pertolongan pertama untuk penderita stroke.

Penelusuran dilakukan menggunakan Google Search dengan kata kunci "menusuk jari pertolongan pertama untuk penderita stroke".

Hasilnya, dalam artikel Antara berjudul "Tusuk jari dengan jarum bisa tangani stroke? Ini jawaban ahli" yang dimuat pada 22 Februari 2018. Dijelaskan oleh Spesialis saraf dari FK Unika Atma Jaya, Dr.dr. Yuda Turuna, Sp,S mengatakan, menusuk ujung jari untuk pertolongan pertama penderita stroke tidak benar. Bahkan respons nyeri akibat tusukan jarum dapat meninggikan tekanan darah yang berisiko memperburuk stroke.

Penegasan bahwa metode ini tidak tepat juga diungkapkan oleh spesialis jantung dari Rumah Sakit Harapan Kita, dr. Dicky Armein Hanafy, SpJP (K),FIHA. Dia bahkan mengatakan cara ini tidak membawa hasil apapun.

"Tidak ada gunanya sama sekali. Ada risiko infeksi, apalagi kalau jarumnya tidak steril atau bersih," kata dia.

Ketimbang memberikan pertolongan pertama di rumah, kedua dokter spesialis ini menyarankan agar kita segera melarikan penderita ke rumah sakit untuk segera mendapatkan pertolongan.

"Keluarga harus langsung bawa ke rumah sakit," kata Yuda.

Stroke muncul karena pembuluh darah yang tersumbat atau pendarahan di otak. Sejumlah tanda yang bisa dikenali antara lain sakit kepala yang tiba-tiba parah, lemah, mati rasa, masalah penglihatan, kebingungan, kesulitan berjalan atau berbicara, pusing, dan ucapan yang tidak jelas.

Kesimpulan

Klaim menusuk ujung cari sampai berdarah sebagai pertolongan pertama untuk penderita stroke tidak benar. Bahkan respons nyeri akibat tusukan jarum dapat meninggikan tekanan darah yang berisiko memperburuk stroke.

Jangan mudah percaya dan cek setiap informasi yang kalian dapatkan, pastikan itu berasal dari sumber terpercaya, sehingga bisa di pertanggungjawabkan kebenarannya. (mdk/noe)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami