CEK FAKTA: Tidak Benar Orang Akan Meninggal Dalam Waktu 2 Tahun Usai Vaksin Covid-19

CEK FAKTA: Tidak Benar Orang Akan Meninggal Dalam Waktu 2 Tahun Usai Vaksin Covid-19
Ilustrasi Vaksin Covid-19. ©2020 REUTERS
CEK-FAKTA | 27 Mei 2021 12:12 Reporter : Syifa Hanifah

Merdeka.com - Beredar pesan menyebut seseorang akan meninggal dalam waktu 2 tahun setelah vaksin Covid-19. Disebutkan pula, tujuan menyediakan vaksin menyebabkan pengurangan populasi manusia secara besar-besaran.

Pesan tersebut juga menuliskan vaksin menyebabkan kemorosotan fungsi organ tertentu dalam badan manusia termasuklah jantung, paru-paru dan otak. Berikut narasinya:

YANG SUDAH DIVAKSIN SIAP2 MATI DINI

Mike Yeadon bekas ketua saintis di firma vaksin pFizer menyatakan bahwa kini sudah amat terlambat untuk menyelamatkan siapa yang sudah divaksin covid 19.

Beliau menyeru kepada semua yang belum menerima vaksin yang bisa membunuh itu untuk berjuang demi kesinambungan manusia dan nyawa anak2.

Pakar imunisasi terkenal ini mengingatkan fakta bhw proses menurunkan jumlah besar manusia yang hidup pada masa kini.

Sejurus selepas suntikan vaksin pertama terdapat sejumlah 0.8% akan mati dalam masa 2 minggu.

Mereka yang bertahan dijangka akan mampu bertahan hidup sekitar 2 tahun, namun kemampuan tersebut dikurangi dengan penambahan top-up suntikan vaksin.

Penambahan vaksin yang sedang dibuat sekarang adalah untuk menyebabkan kemorosotan fungsi organ tertentu dalam badan manusia - termasuklah jantung, paru-paru dan otak.

Dengan menyadari secara mendalam hasil penyelidikan dan pembangunan farmaseutikal gergasi tersebut, pFizer selama 2 dekade, Profesor Mike Yeadon menyatakan tujuan terakhir pemerintah menyediakan vaksin yang diwajibkan pada masa kini hanya menyebabkan pengurangan populasi secara besar-besaran yang mana akan membuat semua perang dunia, bila digabungkan, kelihatan satu produksi Mickey Mouse.

"Milyaran manusia kini sudah dibawa kearah kematian yang tidak diketahui dan menyengsarakan.

Setiap orang yang sudah disuntik akan menemui kematian sebelum waktunya, dan perkiraannya paling masa paling lama sesorang bertahan hidup selama 3 tahun".

SELENGKAPNYA BACA DISINI :

https://www.lifesitenews.com/news/exclusive-former-pfizer-vp-your-government-is-lying-to-you-in-a-way-that-could-lead-to-your-death"

Penelusuran

Hasil penelusuran, klaim yang menyatakan bahwa seseorang yang telah disuntik vaksin mengalami penurunan fungsi organ tertentu dan hanya bertahan hidup kurang lebih 3 tahun, tidak berdasar.

Vaksin Covid-19 yang telah digunakan saat ini terbukti aman dan efektif dalam mencegah infeksi Covid-19. Tidak ada bukti bahwa vaksin menyebabkan gangguan berujung kematian.

Dilansir dari Reuters, menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) AS, orang yang sudah menerima vaksin Covid-19 di AS dari 14 Desember 2020 hingga 29 Maret 2021 mencapai 145 juta dosis. Lalu ada 2.509 kematian (0,0017 persen) kematian bagi orang yang sudah divaksin.

Namun CDC merilis data dengan mempertimbangkan akta kematian, autopsi, dan catatan medis tidak ada bukti bahwa vaksin berkontribusi pada kematian. CDC mengatakan laporan tersebut tidak diverifikasi dan mungkin tidak akurat.

Selain itu ada juga penjelasan dari Dr Joel Belmin, Kepala Geriatri dan Koordinator Vaksinasi di l’hôpital Charles-Foix, Paris. Pada orang lanjut usia, karena kerapuhan mereka yang hebat, sejumlah kematian spontan diperkirakan terjadi.

"Di panti jompo, satu dari lima orang meninggal setiap tahun. Oleh karena itu sulit untuk secara langsung menghubungkan kematian ini dengan fakta bahwa orang-orang ini telah divaksinasi."

Kesimpulan

Klaim yang menyebut orang yang sudah divaksin Covid-19 akan menghadapi kematian pada dua tahun mendatang adalah tidak benar. Saat ini vaksin terbukti aman dan efektif dalam mencegah infeksi Covid-19. Tidak ada bukti bahwa vaksin menyebabkan gangguan berujung kematian.

Jangan mudah percaya dan cek setiap informasi yang kalian dapatkan. Pastikan itu berasal dari sumber terpercaya sehingga bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Referensi

https://www.kominfo.go.id/content/detail/34718/hoaks-vaksin-virus-corona-membunuh-orang-dan-akan-memusnahkan-populasi-dunia/0/laporan_isu_hoaks
https://www.reuters.com/article/factcheck-health-coronavirus-idUSL2N2N72CS
https://www.liputan6.com/cek-fakta/read/4566944/cek-fakta-tidak-benar-orang-yang-sudah-divaksin-covid-19-akan-mati-dalam-2-tahun (mdk/lia)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami