CEK FAKTA: Tidak Benar Peneliti Oxford Minta Uji Klinis Vaksin Covid-19 Dihentikan

CEK FAKTA: Tidak Benar Peneliti Oxford Minta Uji Klinis Vaksin Covid-19 Dihentikan
CEK-FAKTA | 6 Oktober 2020 15:16 Reporter : Fellyanda Suci Agiesta

Merdeka.com - Beredar informasi yang menyebutkan peneliti Universitas Oxford mendesak dunia untuk menghentikan uji klinis vaksin Covid-19. Alasannya, karena ada relawan vaksin yang mengalami gejala neurologis yang serius.

informasi tidak benar peneliti oxford minta uji klinis vaksin covid 19 dihentikan
Kominfo

Penelusuran

Informasi peneliti Universitas Oxford mendesak dunia untuk menghentikan uji klinis vaksin Covid-19 karena ada relawan vaksin yang mengalami gejala neurologis adalah tidak benar.

Dalam artikel liputan6 berjudul "Oxford Lanjutkan Uji Klinis Vaksin COVID-19 Usai Ditunda Akibat Ada Efek Samping" pada 13 September 2020, dijelaskan bahwa uji klini vaksin Covid-19 tetap dilanjutkan.

"Universitas Oxford dan AstraZeneca kembali melanjutkan uji klinis vaksin Virus Corona (COVID-19) setelah sempat ditunda. Alasan penundaan karena ada seorang peserta uji yang mengalami penyakit misterius.

Pada Sabtu 12 September 2020 kemarin, Universitas Oxford memutuskan untuk melanjutkan uji klinis karena dinilai sudah aman. Universitas Oxford juga sudah memperhitungkan bahwa akan ada partisipan yang sakit.

BBC melaporkan, Minggu (13/9/2020), keputusan Oxford untuk melanjutkan uji klinis berdasarkan masukan dari pihak pemerintah, badan regulator produk kesehatan, dan komite review yang bersifat independen. Pemerintah Inggris juga menyambut baik berlanjutnya uji klinis ini.

"Kabar baik bagi semuanya bahwa uji vaksin Oxford dimulai lagi dan berlangsung. Penundaan itu menujukan kita selalu mengutamakan keselamatan. Kita akan mendukung ilmuwan kita untuk memberikan vaksin efektif dengan secepat dan seaman mungkin," ujar Menteri Kesehatan Inggris Matt Hancock.

Dalam artikel BBC Indonesia berjudul "Covid 19: Uji vaksin dari Oxford sementara dihentikan setelah seorang relawan jatuh sakit, sampai mana proses pengembangan vaksin?", pada 9 September 2020, memang uji klinis tahap akhir untuk vaksin virus corona yang dikembangkan oleh AstraZeneca dan Universitas Oxford, telah ditunda setelah seorang peserta mengalami reaksi tak diinginkan di Inggris.

AstraZeneca menggambarkannya sebagai penangguhan yang "rutin" dalam kasus "penyakit yang tidak dapat dijelaskan".

Hasil uji coba vaksin sedang dipantau secara dekat oleh dunia.

Menyusul pengujian tahap satu dan dua yang sukses, vaksin tersebut kini sangat diantisipasi untuk kemungkinan menjadi salah satu vaksin yang pertama tersedia.

Vaksin itu masuk ke tahap pengujian Fase 3 dan dalam beberapa pekan terakhir melibatkan sekitar 30.000 peserta di Amerika Serikat, Inggris, Brasil, dan Afrika Selatan. Uji coba Fase 3 pada vaksin sering melibatkan ribuan peserta dan dapat berlangsung selama beberapa tahun.

Kesimpulan

Informasi peneliti Universitas Oxford mendesak dunia untuk menghentikan uji klinis vaksin Covid-19 adalah tidak benar. Uji klinis vaksin sempat ditunda sementara karena ada salah satu relawan yang mengalami reaksi tak wajar. Namun kini uji klinis tingkat akhir dilakukan kembali berdasarkan masukan dari pihak pemerintah, badan regulator produk kesehatan, dan komite review yang bersifat independen.

Jangan mudah percaya dan cek setiap informasi yang kalian dapatkan, pastikan itu berasal dari sumber terpercaya, sehingga bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya. (mdk/noe)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami