CEK FAKTA: Tidak Benar Pesan Soal Virus Dikalahkan Antibodi berasal dari Dekan IPB

CEK FAKTA: Tidak Benar Pesan Soal Virus Dikalahkan Antibodi berasal dari Dekan IPB
CEK-FAKTA | 2 Juni 2020 17:01 Reporter : Syifa Hanifah

Merdeka.com - Beredar pesan berantai di aplikasi WhatsApp yang berisi pesan dari Dekan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Institut Pertanian Bogor (FMIPA IPB), DR. Ir. Hj. Sri Nurdiati. Pesan tersebut bernarasi jika virus hanya bisa dikalahkan oleh antibodi.

Berikut narasinya:

Inilah nasihat pakar yg benar. Memberikan pencerahan dan harapan, tidak menakut-nakuti tapi menguatkan.

sumber:
DR. Ir. Hj. Sri Nurdiati (Dekan FMIPA IPB dan Dosen Biokimia IPB):

Banyak orang nggak sadar pentingnya "ANTIBODI" stoknya harus selalu ada. Orang lebih panik masker atau hand sanitizer hilang di pasaran. Harusnya kita lebih panik kalau "ANTIBODI" hilang di tubuh, karena virus tidak mungkin dihindari.

Point penting dari diskusi:
1. Virus itu hanya bisa dikalahkan oleh "ANTIBODI"
2. "Antibodi" yg di dlm tubuh itu kyk pabrik, kadang banyak kadang sedikit.
3. Supaya produksi "anti bodi" banyak, sering konsumsi vitamin C dan E setiap hari serta berjemur Sinar Matahari Pagi.'Jangan remehkan pentingnya Olahraga rutin.
4. Virus itu ngga mungkin dihindari, jadi pasti selalu ada, contohnya kalau bersin, bisa dipastikan ada virus disitu. Bersin indikasi tubuh menolak.
5. Kalau berhasil tembus ke hidung dekat tenggorokan, tubuh akan batuk, tanda menolak.
6. Kalau masih tembus juga, baru demam. Kalau masih tembus juga, barulah "antibodi" keluar dr pabrik utk melawan perang dgn virus.
7. Kelemahan virus itu sm sabun. Kalau ngga ada hands sanitizer, pake sabun apa saja bisa bahkan sabun cuci piring jg bisa. Dlm 3-5 menit, virus akan mati sama sabun.
8. Selama 14 hari "antibodi" kita akan merekam virus ini dan disimpan dlm sel memori di otak.
9. Jadi kalau kita sembuh dan suatu saat kena corona lagi, sel memori ini akan aktif dlm 24 jam (ngga perlu menunggu 14 hari lagi).

Jadi, mari kita lebih fokus ke dalam tubuh dgn meyakinkan "STOCK ANTIBODI" cukup alias vitamin C/E rutin dikonsumsi dan Berjemur Sinar Matahari yg paling mudah.

Catatan tambahan dari Redaksi:
Sumber vitamin C dan E terdapat pada Buah2an, kacang2an dan sayur2an, antara lain:
Jeruk Manis/nipis
Tomat, Buah Naga
Jambu Biji, Mangga
Kacang Tanah, Madu
Kacang Hijau, Bayam
Jahe dan rempah2
Pucuk Melinjo
Pucuk Kates

Semoga bermanfaat untk kita semua & masyarakat...
Terus semangat berusaha melawan Virus Covid 19 & jangan lupa selalu berdoa kepada Tuhan agar di beri kesehatan,kekuatan,dan keselamatan kita sekeluarga, segenap bangsa Indonesia.

cek fakta tidak benar pesan soal virus dikalahkan antibodi berasal dari dekan ipb

kominfo

Penelusuran

Cek Fakta Merdeka.com menelusuri klaim pesan dari Dekan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Institut Pertanian Bogor (FMIPA IPB), DR. Ir. Hj. Sri Nurdiati. Pesan tersebut bernarasi jika virus hanya bisa dikalahkan oleh antibodi.

Hasil penelusurannya, dilansir dari situs resmi IPB Dekan FMIPA IPB DR. Ir. Hj. Sri Nurdiati membantah jika pesan tersebut berasal dari dirinya. Klarifikasi ini dimuat pada 20 April 2020.

Dekan FMIPA IPB: yang viral itu bukan tulisan saya

Di awal-awal masa WFH diberlakukan, ada artikel yang viral beredar, isinya tentang bagaimana memperkuat antibodi di dalam tubuh manusia. Sebenarnya isinya cukup bagus dan bisa menjadi edukasi bagi masyarakat umum. Namun sayang, artikel itu mencantumkan nama saya, lengkap dengan jabatan dan institusi saya, padahal bukan saya yang menulisnya. Akibatnya, saya harus mengklarifikasi pertanyaan yang datang tertubi-tubi ke saya, bahwa itu bukan tulisan saya.

Awalnya, saya ingin mengabaikan masalah ini, apalagi dengan WFH ternyata kesibukan saya malah bertambah. Namun atas saran beberapa teman, saya kemudian mengirimkan email protes kepada pimpinan redaksi dari sebuah website yang memuat tulisan tersebut. Protes saya ditanggapi dengan permintaan maaf dari pimpinan redaksi dan janji akan menghapus artikel tersebut dari website nya. Setelah itu, pertanyaan yang isinya mengklarifikasi apakah itu tulisan saya atau bukan, sudah mulai mereda dan sempat terhenti beberapa saat.

Hari-hari ini, kembali saya mendapat pertanyaan serupa dari sana-sini, karena artikel yang sama beredar lagi. Saya jadi berpikir, harus membuat klarifikasi secara tertulis bahwa artikel tersebut bukan tulisan saya. Tulisan ini dimaksudkan utuk klarifikasi artikel yang viral tersebut.

Kalau dibaca ulang artikel itu, sekali lagi saya tegaskan bahwa sebenarnya isinya berupa informasi positif, dan karena sudah terlanjur viral dengan nama saya di dalamnya, maka di sini saya ingin melengkapi informasi yang diberikan dengan tips bagaimana cara menjaga hidup agar tetap sehat di musim pandemi COVID19.

Tentu saja, tips yang saya berikan ini dimaksudkan untuk melengkapi beberapa tips sehat yang sudah di endorse oleh berbagai kalangan, antara lain: nasehat agar stay at home menerapkan social distancing, menggunakan masker dan sarung tangan plastik, rajin mencuci tangan, istirahat dan olahraga yang cukup, makan makanan yang sehat dan bergizi, serta mengkonsumsi berbagai vitamin dan mineral untuk meningkatkan daya tahan tubuh kita. Nah, setelah semua ikhtiar itu dilakukan, kita masih harus berusaha menjaga agar hati kita tetap nyaman. Karena hanya dengan hati yang nyaman, proteksi di dalam diri kita akan bekerja secara maksimal.

Berikut ini adalah tips untuk membuat hati kita tetap nyaman. Pertama, cobalah berdamai dengan Sang Maha Pencipta. Caranya adalah dengan selalu berbaik sangka kepadaNya, mencoba ikhlas menerima semua ketentuanNya serta selalu bertaqwa dan bertawakal hanya kepadaNya. Berikutnya, cobalah berdamai dengan sesama manusia dan alam ciptaanNya. Jadilah pribadi yang berakhlak mulia. Jagalah kelestarian alam sekitar, jangan berbuat kerusakan dan terus berbuat baiklah untuk sesama.

Kemudian yang tidak kalah penting, cobalah untuk berdamai dengan diri sendiri. Kita hanya bisa berdamai dengan diri sendiri, bila kita sudah mampu memaafkan, melupakan kekecewaan dan move on. Mudah-mudahan dengan tips sederhana ini, kita bisa menjaga hati kita agar tetap nyaman, sehingga mesin proteksi yang ada di dalam tubuh kita dapat bekerja secara maksimal.

Kesimpulan

Klaim pesan dari Dekan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Institut Pertanian Bogor (FMIPA IPB), DR. Ir. Hj. Sri Nurdiati yang bernarasi jika virus hanya bisa dikalahkan oleh antibodi tidak benar.

Dekan FMIPA IPB Sri Nurdiati menyatakan jika pesan tersebut bukan berasal dari dirinya.

Jangan mudah percaya dan cek setiap informasi yang kalian dapatkan, pastikan itu berasal dari sumber terpercaya, sehingga bisa di pertanggungjawabkan kebenarannya. (mdk/noe)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami