CEK FAKTA: Tidak Benar Pisang Berbintik Hitam Mengandung Zat Antikanker

CEK FAKTA: Tidak Benar Pisang Berbintik Hitam Mengandung Zat Antikanker
ilustrasi pisang. cybex.pertanian.go.id
CEK-FAKTA | 21 Juni 2022 13:39 Reporter : Syifa Hanifah

Merdeka.com - Beredar klaim di Facebook yang menyebutkan pisang matang berbintik hitam mengandung zat yang meningkatkan kekebalan tubuh, sehingga baik dikonsumsi sebagai pencegah kanker.

"Jangan terburu-buru membuang pisang yang kulitnya sudah berbintik-bintik hitam ... pisang matang dengan kulit berbintik cokelat memberikan banyak manfaat bagi tubuh. Semakin matang pisang yang akan Anda konsumsi, maka semakin banyak TNF yang dikandungnya. TNF atau TUmor Necrosis Factor merupakan zat yang mampu merusak sel abnormal seperti sel kanker di dalam tubuh. Secara khusus, TNF membantu komunikasi antar sel dalam sistem kekebalan tubuh dan memandu pergerakan sel di area-area tubuh yang terkena infeksi atau mengalami radang," bunyi sebagian dalam narasi yang diunggah.

tidak benar pisang berbintik hitam mengandung zat antikanker
Istimewa

Penelusuran

Dilansir dari AFP Periksa Fakta, pencarian kata terkait di Google menemukan studi yang diterbitkan jurnal Food Science and Technology Research (Ilmu dan Riset Teknologi Pangan) pada tanggak 4 Februari 2009.

Studi tersebut menyebutkan potensi pisang untuk "mencegah penyakit dari gaya hidup dan karsinogenesis".

Dalam studi yang telah melalui peninjauan sejawat (peer review), peneliti Jepang menguji efek cairan pisang pada produksi respons imun -- termasuk produksi TNF -- dengan menyuntikannya pada tikus.

Mereka menemukan bahwa ada satu jenis pisang yang memicu respons lebih tinggi ketika buahnya semakin matang.

Namun studi tersebut tidak menganjurkan manusia untuk meningkatkan konsumsi pisang terlalu matang, maupun menyebutkan buah tersebut dapat mencegah penyakit seperti flu atau kanker.

Kajian tersebut juga tidak menyebutkan bahwa pisang mengandung TNF.

Dr Jessada Denduangboripant, dosen biologi di Universitas Chulalongkorn, di Bangkok, mengatakan TNF tidak terdapat pada tumbuhan.

"TNF adalah zat yang menjadi bagian sistem imun mamalia. Zat tersebut tidak ada pada pisang dan tumbuhan lainnya," ujar Dr Jessada.

"Ini adalah hoaks lama yang sama sekali tidak benar," pungkasnya.

Mengandung banyak gula

Pakar kesehatan telah mewanti-wanti bahwa kebanyakan mengonsumsi pisang yang terlalu matang juga dapat berpengaruh buruk pada kesehatan.

"Pisang yang terlalu matang mengandung banyak zat tepung dan gula, yang dapat berujung pada obesitas," Bang-earn Thongmon, ahli gizi pada Biro Gizi Thailand, instansi dari kementerian kesehatan negara tersebut, berkata kepada dengan AFP pada tanggal 10 Mei 2022.

Bang-earn menuturkan, tidak ada bukti bahwa makan pisang dapat mencegah penyakit-penyakit.

Bang-earn menganjurkan konsumsi tidak lebih dari dua pisang dalam sehari idealnya, saat kulit pisang telah menjadi kuning namun masih ada sedikit warna hijau.

"Meskipun pisang adalah buah yang mengandung nutrisi, pisang yang terlalu matang itu banyak mengandung gula," tambah Dr Jessada.

Kesimpulan

Pisang matang berbintik hitam mengandung zat antikanker adalah tidak benar. TNF, zat peningkat imunitas yang diklaim ada di dalam pisang matang, hanya ada pada mamalia. Mengonsumsi pisang yang terlalu matang juga dapat berpengaruh buruk pada kesehatan.

Jangan mudah percaya dan cek setiap informasi yang kalian dapatkan. Pastikan itu berasal dari sumber terpercaya, sehingga bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Referensi

https://periksafakta.afp.com/doc.afp.com.32C92VU

(mdk/noe)

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Opini