CEK FAKTA: Tidak Benar Sunscreen dan Konsumsi Minyak Sayur Menyebabkan Kanker Kulit

CEK FAKTA: Tidak Benar Sunscreen dan Konsumsi Minyak Sayur Menyebabkan Kanker Kulit
Ilustrasi sunscreen. © Shutterstock
CEK-FAKTA | 3 Agustus 2022 13:29 Reporter : Syifa Hanifah

Merdeka.com - Beredar informasi di media sosial Twitter menyebutkan jika memakai sunscreen atau tabir surya serta memakan biji dan minyak sayur bisa menyebabkan kanker kulit.

Dalam narasinya, matahari diklaim tidak menyebabkan kanker kemudian diimbau untuk berhenti makan biji dan minyak sayur, serta berhenti memakai tabir surya yang sangat beracun. Berikut narasinya:

"Want to protect yourself from skin cancer? Stop eating seed & vegetable oils, and stop wearing highly toxic sun screen. The sun doesn’t give you skin cancer, the foods you consume & what you put on your skin does. The sun actually protects you from 16 different types of cancer."

Terjemahannya:

Ingin melindungi diri dari kanker kulit? Berhenti makan biji & minyak sayur, dan berhenti memakai tabir surya yang sangat beracun.

Matahari tidak memberi Anda kanker kulit, makanan yang Anda konsumsi & apa yang Anda kenakan pada kulit Anda.

Matahari sebenarnya melindungi Anda dari 16 jenis kanker yang berbeda.

Penelusuran

Hasil penelusuran, dilansir dari Reuters, klaim bahwa sinar matahari tidak menyebabkan kanker, dan makanan tertentu menyebabkan kanker, dan memakai sunscreen menyebabkan kanker kulit adalah keliru.

Namun, radiasi UV di bawah sinar matahari secara langsung menyebabkan kanker kulit, dan tidak ada makanan yang terbukti menyebabkan kanker kulit.

Ada banyak bukti bahwa radiasi UV di bawah sinar matahari secara langsung merusak DNA dalam sel kulit, memicu proses penyebab kanker, dan bahwa racun tertentu dan bahkan virus dapat menyebabkan kerusakan DNA langsung.

Penyakit yang merusak perbaikan DNA alami juga dapat membuat seseorang lebih rentan terkena kanker akibat kerusakan tersebut.

Sementera itu, dilansir dari ANTARA, Dokter spesialis kulit dan kelamin, Arini Astasari Widodo, seperti dilaporkan ANTARA, menyatakan sinar ultaviolet mengakibatkan masalah pigmentasi kulit, penyakit kulit karena sensitif cahaya ultaviolet, tumor jinak, bahkan kanker kulit.

"Banyak orang yang merasa karena kulitnya tidak terpapar sinar matahari, tidak perlu menggunakan tabir surya. (Padahal) paparan sinar UV dapat berasal dari sinar matahari langsung, dan sinar matahari tidak langsung, termasuk dari pantulan benda, pasir, salju dan lainnya," kata Arini.

Kesimpulan

Klaim memakai sunscreen menyebabkan kanker kulit adalah tidak benar. Faktanya, radiasi UV di bawah sinar matahari secara langsung bisa merusak DNA dalam sel kulit, memicu proses penyebab kanker.

Selain itu, tidak ada makanan yang terbukti menyebabkan kanker kulit.

Jangan mudah percaya dan cek setiap informasi yang kalian dapatkan. Pastikan itu berasal dari sumber terpercaya, sehingga bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Referensi

https://www.reuters.com/article/factcheck-sunlight-skin-cancer/fact-check-evidence-shows-sun-exposure-not-diet-causes-skin-cancers-idUSL1N2Z61QQ
https://www.antaranews.com/berita/1744473/kulit-tetap-butuh-tabir-surya-meski-hujan-atau-mendung-mengapa

(mdk/noe)

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Opini