CEK FAKTA: Tidak Benar Syekh Ali Jaber Pulang ke Madinah setelah Insiden Penusukan

CEK FAKTA: Tidak Benar Syekh Ali Jaber Pulang ke Madinah setelah Insiden Penusukan
CEK-FAKTA » MALANG | 17 September 2020 11:14 Reporter : Syifa Hanifah

Merdeka.com - Beredar sebuah foto Syekh Ali Jaber di sebuah bandara. Foto tersebut bernarasi jika Syekh Ali Jaber akan terbang ke Madinah, Arab Saudi usai insiden penusukan.

Berikut narasinya:

"Syekh Ali Jaber balik ke Madinah?

Betapa malunya kita sebagai warga negara yang sudah dia pilih untuk menjadi negaranya, ada warganya yang berhasrat untuk menyakitinya, bahkan bisa membunuhnya bila Syekh tidak cepat refleksnya menangkis.

Beliau salah satu ulama yg saya kagumi. Ulama yang dalam ceramahnya selalu mengajak dalam kebaikan dan persatuan, dengan bahasa yang santun dan menyejukkan.
Semoga cepat pulih ya Syekh, dan kalau memang pulang ke Madinah, cepatlah kembali ke negaramu, NKRI."

tidak benar syekh ali jaber pulang ke madinah

Facebook

Penelusuran

Penelusuri terkait kepulangan Syekh Ali Jaber ke Madinah, Arab Saudi usai insiden penusukan dirinya tidak benar. Syekh Ali Jaber tidak pulang ke Madinah, melainkan akan melakukan kegiatan dakwah di Jember dan Malang pada 17 September 2020.

Dilansir dari Liputan6.com dalam artikel berjudul "Polda Jatim Bantu Amankan Acara Dakwah Syekh Ali Jaber di Malang" Polda Jawa Timur akan membantu panitia dalam hal pengamanan kegiatan dakwah Syekh Ali Jaber di Jember dan Kabupaten Malang, pada Kamis, 17 September 2020.

Kabid Humas Polda Jawa Timur Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan meski membantu pengamanan, tanggung jawab keamanan sepenuhnya tetap berada di pihak panitia.

"Polda Jatim melalui polres akan melibatkan penyelenggara melakukan langkah antisipatif dengan menyeleksi jemaah peserta pengajian," ujarnya di Surabaya, Rabu (16/9/2020).

Truno mengatakan, dua hal yang perlu diperhatikan oleh panitia penyelenggara, yakni memastikan penerapan protokol kesehatan COVID-19 di lokasi pengajian dan memastikan tidak ada jemaah yang membawa benda-benda berbahaya dan membahayakan, seperti senjata tajam.

"Lagian juga ngapain ke pengajian membawa senjata tajam," ucap perwira menengah Polri tersebut seperti dikutip dari Antara.

Kepolisian sendiri, kata dia, akan hadir membantu pihak panitia untuk melakukan pengamanan.

"Kepolisian akan membantu panitia menyeleksi peserta pengajian, misalnya, jika ada yang membawa senjata tajam," tutur mantan Kabid Humas Polda Jawa Barat tersebut.

Kesimpulan

Kabar Syekh Ali Jaber pulang ke Madinah, Arab Saudi adalah tidak benar. Faktanya Syekh Ali Jaber akan melakukan dakwah di Jembar dan Malang pada 17 September 2020.

Jangan mudah percaya dan cek setiap informasi yang kalian dapatkan, pastikan itu berasal dari sumber terpercaya, sehingga bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya. (mdk/noe)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami