CEK FAKTA: Tidak Benar Terpidana Mati di Indonesia Membayar Biaya Eksekusinya Sendiri

CEK FAKTA: Tidak Benar Terpidana Mati di Indonesia Membayar Biaya Eksekusinya Sendiri
Ilustrasi Hukuman Mati. © shutterstock
CEK-FAKTA | 27 April 2021 12:00 Reporter : Syifa Hanifah

Merdeka.com - Beredar informasi di media sosial yang menyebutkan terpidana mati di Indonesia harus membayar biaya eksekusinya sendiri.

Disebutkan terpidana harus membayar Rp200 juta untuk biaya eksekusi matinya. Berikut narasinya:

"Sejak umur berapa kalian tahu bahwa hukuman mati itu tidak gratis? Malahan di Indonesia terpidana harus mengeluarkan uang sekitar 200 juta untuk biaya eksekusi matinya."

tidak benar terpidana mati di indonesia membayar biaya eksekusinya sendiri
©Instagram

Unggahan itu disertai sebuah keterangan yang mengutip seorang pejabat tinggi Kejaksaan Agung, bahwa negara mengeluarkan uang sekitar Rp200 juta untuk setiap terpidana yang dieksekusi mati. Selain itu, ada pula daftar panjang pengeluaran biaya eksekusi mati, dari rapat koordinasi, pengamanan, transportasi, hingga penguburan terpidana yang dieksekusi.

Penelusuran

Hasil penelusuran, dilansir dari Kompas, Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung Leonard Eben Ezer Simanjuntak mengatakan, biaya eksekusi mati ditanggung negara.

"Eksekusi (mati) biaya negara," kata Leonard saat dikonfirmasi Kompas.com, Minggu (25/4/2021).

Sementara itu, dalam artikel Tempo.co berjudul: “Hukuman Mati Ternyata Tak Murah, Ini Rincian Biayanya” diunggah pada 26 Juli 2016.

Saat itu, Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung Muhammad Rum mengatakan negara harus mengeluarkan dana sekitar Rp 200 juta per satu terpidana untuk melakukan eksekusi. Angka itu sudah mencakup kegiatan sebelum dan sesudah eksekusi dilakukan.

"Kurang lebih Rp 200 juta, sama seperti pelaksanaan sebelumnya," kata Rum saat dihubungi, Senin, 25 Juli 2016.

Pada Februari 2015, pelaksanaan eksekusi hukuman mati menghabiskan Rp 2 miliar dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara untuk menghukum 10 orang terpidana dengan vonis hukuman mati.

Berikut rincian anggarannya:

- Rapat koordinasi: Rp 1 juta x 3 rapat = Rp 3 juta
- Pengamanan: Rp 1 juta x 30 orang = Rp 30 juta
- Biaya konsumsi: Rp 27 ribu x 4 hari x 40 orang x 2 kali makan = Rp 8,64 juta
- Transportasi eksekutor: Rp 504.500 x 40 orang x 2 pergi-pulang = Rp 40,36 juta
- Sewa mobil: Rp 1 juta x 2 pergi-pulang = Rp 2 juta
- Penginapan eksekutor: Rp 500 ribu x 3 hari x 40 orang = Rp 60 juta
- Regu tembak: Rp 1 juta x 10 orang= Rp 10 juta
- Penginapan wakil terpidana: Rp 500 ribu x 2 hari x 5 orang = Rp 5 juta
- Transportasi wakil terpidana: Rp 1 juta x 2 hari x 5 orang = Rp 10 juta
- Penerjemah: Rp 1 juta x 1 orang x 5 hari = Rp 5 juta
- Rohaniwan: Rp 1 juta
- Petugas kesehatan: Rp 1 juta x 10 orang = Rp 10 juta
- Pemakaman: Rp 1 juta x 10 orang = Rp 10 juta
- Pengiriman jenazah: Rp 1 x 5 orang= Rp 5 juta

Menurut Rum, Kejaksaan Agung masih mempersiapkan pelaksanaan eksekusi hukuman mati tahap ketiga. Rum belum dapat memastikan berapa jumlah terpidana dan kapan eksekusi dilakukan. "Setelah persiapan rampung akan langsung ke pelaksanaan," katanya.

Kesimpulan

Informasi terpidana mati di Indonesia membayar biaya eksekusinya sendiri adalah tidak benar. Faktanya, Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung Leonard Eben Ezer Simanjuntak mengatakan, biaya eksekusi mati ditanggung negara.

Jangan mudah percaya dan cek setiap informasi yang kalian dapatkan. Pastikan itu berasal dari sumber terpercaya sehingga bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Referensi

https://www.kompas.com/tren/read/2021/04/26/102900365/-hoaks-terpidana-hukuman-mati-harus-bayar-rp-200-juta-untuk-eksekusi?page=all#page2
https://nasional.tempo.co/read/790349/hukuman-mati-ternyata-tak-murah-ini-rincian-biayanya (mdk/noe)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami