CEK FAKTA: Tidak Benar Video yang Menyebutkan SBY Akui AHY Tak Bisa Pimpin Demokrat

CEK FAKTA: Tidak Benar Video yang Menyebutkan SBY Akui AHY Tak Bisa Pimpin Demokrat
Kongres V Partai Demokrat. ©Liputan6.com/Angga Yuniar
CEK-FAKTA | 3 Maret 2021 18:07 Reporter : Syifa Hanifah

Merdeka.com - Akun YouTube SKEMA POLITIK mengunggah sebuah video terkait Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengakui bahwa anaknya Agus Harimuti Yudhoyono tidak bisa memimpin Partai Demokrat.

Video tersebut berjudul "AKHIRNYA SBY AKUIN ANAKNYA TIDAK BISA MIMIPIN DEMOKRAT ~ BERITA TERBARU" yang diunggah pada 26 Februari 2021 dan sudah ditonton sebanyak 57.743 views.

tidak benar sby akui anaknya tak bisa pimpin demokrat
©YouTube

Penelusuran

Penelusuran yang dilakukan Cek Fakta merdeka.com dengan menonton video berdurasi 10 menit 8 detik sampai selesai. Hasilnya tidak ditemukan pernyataan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang mengakui anaknya AHY tidak bisa memimpin Partai Demokrat.

Namun dalam narasi yang disampaikan dalam video itu, berisikan tentang analisi dari hasil analisis Direktur Eksekutif Indo Barometer, M Qodari soal SBY turun gunung di isu kudeta AHY.

Seperti yang dilansir dari Detik berjudul "Analisis Indo Barometer soal SBY Turun Gunung di Isu Kudeta AHY" pada 26 Februari 2021.

Jakarta - Isu kudeta Partai Demokrat (PD) membuat Ketua Majelis Tinggi PD Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sampai turun gunung ikut bicara. Ada dua analisis Indo Barometer soal hal tersebut, yaitu antara ketidakcakapan AHY atau memang isu kudeta ini dari awal adalah desain SBY.

Direktur Eksekutif Indo Barometer M Qodari menyatakan ada dua hipotesis soal turun gunungnya SBY. Pertama, dia menilai isu kudeta kurang bisa dipadamkan oleh Ketum PD AHY.

"Teori pertama dan dilihat banyak orang bahwa Pak SBY turun gunung dan itu adalah pertanda bahwa api dalam Partai Demokrat terlalu besar untuk dipadamkan oleh seorang AHY, begitu," kata Qodari kepada wartawan, Jumat (26/2/2021).

"Dan sebetulnya memang begitulah risiko yang terjadi ketika SBY tampil karena itu akan memberikan pesan atau ditafsirkan pihak luar sebagai sebuah pertanda ketidakmampuan AHY," imbuhnya.

Hipotesis kedua, Qodari menilai SBY sesungguhnya merupakan sutradara dari isu kudeta PD. Menurutnya, AHY sosok yang tampil di panggung depan, sementara SBY berada di panggung belakang terkait isu kudeta PD.

"Sesungguhnya sutradara atau dalang sesungguhnya dari cerita mengenai kudeta PD ini adalah Pak SBY itu sendiri. Jadi panggung depannya adalah AHY, tapi panggung belakangnya, dapurnya sesungguhnya, adalah Pak SBY, gitu," ucapnya.

Menurutnya, hal itu juga terbukti melalui pernyataan SBY yang terkesan menepis pernyataan AHY saat mengungkap isu kudeta PD. Sebab, SBY terkesan menegasikan pernyataan saat mengatakan ia tidak percaya Presiden Jokowi terlibat dan nama sejumlah menteri hanya dicatut dalam isu kudeta.

"Jadi ya AHY memberikan pernyataan tapi yang membantah kan SBY. Jadi ini istilahnya main pingpong. Jadi AHY menyatakan, SBY menegasikan. Jadi menurut saya itu pertanda bahwa sebetulnya aktor atau penulis skenarionya adalah SBY," tegasnya.

Terlebih, kata Qodari, SBY sempat mengeluarkan tulisan yang membahas perihal 'the good, the bad, and the ugly' sehari sebelum AHY mengungkapkan isu kudeta. Qodari menilai unggahan SBY itu merupakan pengantar dari deklarasi AHY terkait kudeta PD.

"Sebelum press conference AHY pada siang hari, malamnya kan SBY sudah mengeluarkan twit yang mengatakan ada the good guy, ada the bad guy, dan ada the ugly. Kira-kira begitu, the good, the bad, and the ugly. Itu kan sebetulnya pengantar menuju press conference-nya AHY," ucapnya.

Kesimpulan

Video terkait SBY akui anaknya tidak bisa mimpin Partai Demokrat tidak benar. Faktanya, narasi yang sesungguhnya dibacakan adalah hasil analisis dari Direktur Eksekutif Indo Barometer, M Qodari soal SBY turun gunung di isu kudeta AHY.

Jangan mudah percaya dan cek setiap informasi yang kalian dapatkan, pastikan itu berasal dari sumber terpercaya, sehingga bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya. (mdk/noe)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami