CEK FAKTA: Uap Air Panas Tidak Bisa Matikan Virus Corona

CEK FAKTA: Uap Air Panas Tidak Bisa Matikan Virus Corona
CEK-FAKTA | 1 April 2020 14:23 Reporter : Syifa Hanifah

Merdeka.com - Informasi terkait menghirup uap air panas selama lima menit diklaim mampu mematikan virus corona atau Covid-19 viral di media sosial Facebook.

Akun Facebook tersebut membagikan sebuah gambar bahwa virus akan mati bila kena suhu 50-52 derajat celcius dalam dua menit. Berikut narasi dalam gambar tersebut:

Beaker Glass (Vol 2 L) diisi air panas 90C sebanyak 800-900ml, terus kepala kita posisikan spt pada foto, hirup nafas panjang dgn hidung, hembuskan dgn mulut. Lakukan selama 5 menit. Itu terapi mematikan virus yg mungkin sdh nempel di rongga sinus. Virus akan mati kena suhu 50-52C dalam dua menit. Hirup dengan hidung, keluarkan lewat mulut. Jadi uap panasnya masuk ke rongga hidung dan rongga mulut.

Ya beginilah yg dibutuhkan oleh para marhaen, demikian kalimat terakhir dari seniorku bung khalil..... Terima kasih senior

Penelusuran

Penelusuran merdeka.com menemukan artikel terkait klaim uap air panas mampu matikan virus corona pada portal berita Kompas.com berjudul "[HOAKS] Hirup Uap Panas Tidak Bisa Matikan Virus Corona".

Dalam artikel tersebut, dokter spesialis paru dr. Eva Sri Diana, SpP membantah uap air panas bisa matikan virus corona.

"Wah jangan percaya ini. Ini terapi tradisional untuk pasien sinusitis," jawab Eva saat dihubungi Selasa (31/3/2020) sore.

Eva menjelaskan terapi semacam itu tidak bisa membunuh virus, karena virus hanya bisa dibunuh menggunakan ativirus dibantu dengan kekuatan imun tubuh.

"Virus hanya mati dengan antivirus dibantu dengan imun tubuh terutama," ujar dia.

Namun, saat ini memang belum ditemukan antivirus, obat, atau vaksin untuk virus corona yang menyebabkan penyakit Covid-19. Proses panjang untuk menemukan sebuah vaksin disebutkan Eva membutuhkan penelitian ilmiah yang mendasar.

"Setiap terapi atau tindakan pengobatan untuk sebuah penyakit tidak bisa berdasar seremonial atau pendapat seseorang. Harus melalui penelitian yang berbasis Evidence Based Medicine (EBM) yang dilakukan multisenter di seluruh dunia," jelas Eva.

Karena itu, hingga hari ini Badan Kesehatan Dunia (WHO) belum mengakui satu vaksin pun yang bisa menyembuhkan Covid-19, meski sejumlah perusahaan dan peneliti mengaku telah menemukannya dan berhasil menerapkannya pada pasien.

"Sekarang WHO sedang meneliti 4 obat di 10 negara untuk terapi Covid-19," sebut dia.

Kesimpulan

Informasi menghirup uap air panas mampu matikan virus corona atau Covid-19 tidak benar atau hoaks. (mdk/dan)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami