CEK FAKTA: Video Kedatangan TKA di Bandara Kendari, dari China Sempat ke Jakarta

CEK FAKTA: Video Kedatangan TKA di Bandara Kendari, dari China Sempat ke Jakarta
CEK-FAKTA | 16 Maret 2020 09:08 Reporter : Fellyanda Suci Agiesta

Merdeka.com - Sebuah video beredar di akun media sosial Facebook dan Twitter. Dalam video berdurasi 58 detik itu memperlihatkan sejumlah orang dengan membawa koper besar. Diduga video diambil di Bandara Haluoleo, Kendari. Kini video tersebut sudah dihapus oleh akun penyebar.

Dalam video itu pula diduga kedatangan para Tenaga Kerja Asing (TKA) asal China di bandara Haluoleo Kendari.

"Corona bro, satu pesawat corona baru datang, corona bro, luar biasa. Di bandara Haluoleo Kendari," kata seseorang dalam video tersebut.

Penelusuran

Video tersebut beredar di media sosial Facebook. Kapolda Sulawesi Tenggara, Brigjen Pol Merdisyam kemudian menjelaskan hal yang sebenarnya. Penjelasan Merdi direkam dalam sebuah video dan diunggah oleh akun Facebook Chadijah Mahfud.

"Bahwa benar mereka merupakan TKA yang bekerja di salah satu perusahaan di Sulawesi Tenggara, yang kembali dari memperpanjang visa di Jakarta. Ini bukan mereka baru datang dari China, karena mereka selama ini memang tidak kembali dari awal tidak kembali dari China," kata Merdi.

"Dan mereka sudah dilengkapi dengan surat keterangan dari karantina kesehatan dan perizinan dari imigrasi.

"Dan ini saya ingatkan jangan membuat hal-al yang meresahkan masyarakat tanpa ada dasar. Karena ini kita akan kenakan pada tindak pidana khususnya Undang-Undang ITE. Jadi ini peringatan keras pada masyarakat yang sembarangan mengupload berita dan membuat resah masyarakat," kata Merdi.

Kemudian, penjelasan Merdi juga tercantum dalam portal media Kumparan yang berjudul Penjelasan Polda Sultra soal Video 40 TKA China yang Tiba di Bandara Kendari.

Kepala Polda Sultra, Brigjen Pol Merdisyam, kepada kendarinesia menjelaskan video tersebut benar. TKA asal China yang ada di dalam video itu bekerja disalah satu perusahaan pemurnian nikel di Kecamatan Morosi, Kabupaten Konawe, Sultra.

Kata Merdi, jumlah TKA yang datang di dalam video tersebut adalah 40 orang. Puluhan TKA itu, kata dia, bukan datang dari China, tapi dari Jakarta.

"Jadi kami sudah konfirmasi bersama dengan Pak Danlanud atas video itu. Kami juga sudah melakukan pengecekan langsung. Bahwa benar, mereka adalah TKA yang bekerja disalah satu perusahaan smelter yang ada di Sultra, yang kembali dari memperpanjang visa di Jakarta, jadi bukan mereka baru datang dari China," jelas Merdisyam.

Namun setelah ditelusuri kembali, ditemukan fakta baru. Menurut berita yang ditulis media Kumparan berjudul "49 TKA Baru asal China yang Tiba di Kendari Sempat Transit di Thailand" pada Senin 16 Maret 2020, diketahui bahwa 40 TKA tersebut memang dari China. TKA tersebut sempat transit di Thailand, kemudian menuju Jakarta. Perjalanan TKA itu berlanjut ke Kendari.

Kepala Kantor Perwakilan Kemenkumham Sultra, Sofyan, kepada wartawan, Senin malam (16/3), mengatakan bahwa para TKA itu adalah TKA baru yang berangkat dari China, transit ke Thailand, sebelum akhirnya tiba di Indonesia.

Pertama, para TKA itu menggunakan visa kunjungan yang diterbitkan pada 14 Januari 2020 di KBRI Beijing untuk kegiatan calon TKA dalam rangka uji coba kemampuan berkerja.
Lalu, berdasarkan cap tanda masuk pihak Imigrasi Thailand yang tertera pada paspor, mereka tiba di Thailand pada 29 Februari 2020.

Berdasarkan surat sertifikat kesehatan pemerintah Thailand, sejak 29 Februari hingga 15 Maret 2020, para TKA itu telah dikarantina di Thailand, dan surat tersebut sudah di verifikasi oleh Perwakilan RI di Bangkok, Thailand, pada 15 Maret 2020.

Selanjutnya, TKA China tersebut keluar dari Thailand pada 15 maret 2020, dan menuju ke Indonesia melalui Bandara Soekarno Hatta, Jakarta.

Pada 15 Maret 2020, 49 TKA China tersebut tiba di Bandara Sukarno Hatta, dan kemudian dilakukan pemeriksaan kesehatan oleh Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Bandara Soekarno Hatta.

Kemudian, pihak KKP menerbitkan surat rekomendasi berupa kartu kewaspadaan kesehatan pada setiap orang tersebut. "Jadi 49 orang itu sudah masuk di KKP semua," terang Sofyan.

Selanjutnya, petugas Imigrasi Bandara Soekarno Hatta memberi izin masuk kepada para TKA tersebut pada tanggal 15 Maret 2020 setelah menunjukkan surat rekomendasi dari KKP Bandara Soekarno Hatta. "Kalau tidak ada surat rekomendasi dari KKP, ya jelas tidak akan bisa masuk," kata Sofyan.

Setelah tiba di Jakarta, para TKA tersebut langsung berangkat menuju Kendari, dan tiba di Bandara Haluoleo Kendari pada Minggu, 15 Maret 2020 sekitar pukul 20.00 WITA menggunakan maskapai penerbangan Garuda Indonesia dengan kode penerbangan GA696.

Sofyan juga mengatakan bahwa warga negara Tiongkok itu memiliki dokumen perjalanan yang sah dan masih berlaku.

Sofyan menyebut, bahwa 49 TKA asal China itu belum menjalani karantina sejak tiba di Indonesia, dan hanya mendapatkan kartu kewaspadaan kesehatan dari KKP Bandara Soekarno Hatta.

Kesimpulan

Video yang beredar terkait 40 TKA China di media sosial Facebook adalah disinformasi. TKA tersebut datang dari China, transit ke Thailand, kemudian menuju Jakarta. Dari Jakarta, TKA tersebut kemudian menuju Bandara Kendari.

*Berita ini telah diupdate pada Selasa (17/3) setelah mendapatkan adanya fakta baru. (mdk/dan)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami