CEK FAKTA: Video Penemuan Beras Palsu di Kendari Hoaks, Simak Faktanya

CEK FAKTA: Video Penemuan Beras Palsu di Kendari Hoaks, Simak Faktanya
Ilustrasi beras. ©shutterstock.com/Piotr Malczyk
CEK-FAKTA | 24 September 2021 14:43 Reporter : Syifa Hanifah

Merdeka.com - Beredar sebuah video memperlihatkan seorang pria yang menggunakan seragam institusi tertentu mengklaim menemukan nasi dari sebuah warung makan menggunakan beras palsu di Kendari, Sulawesi Tenggara.

Dalam video yang direkam, orang itu beberapa kali membanting nasi yang sudah dikepal berbentuk bulatan. Kemudian ia mempertanyakan keaslian beras kepada pemilik warung. Video itu dilengkapi dengan keterangan sebagai berikut:

"Seorang anggota Babinsa TNI AD di Kendari mencurigai adanya peredaran beras yang diduga palsu atau plastik diwilayahnya yang dijual oleh para pedagang kami lima.

Pada tayangan video yang mulai beredar luas tersebut, pria itu coba meyakinkan pedagang kaki lima jika beras yang dijualnya adalah palsu.

Beras tersebut kemudian dikepal-kepal lalu dibanting ke permukaan meja. Anehnya, beras tidak hancur atau rusak. Sebaliknya beras terlihat sedikit memantul ke atas layaknya plastik."

hoaks beras palsu
Liputan6.com

Penelusuran

Hasil penelusuran, dilansir dari Liputan6.com, video seorang oknum TNI menemukan nasi diduga menggunakan beras palsu pernah beredar pada tahun 2020. Saat itu, anggota TNI bernama Kopda Harmin, langsung mengakui kekeliruannya, Rabu (8/1/2020). Ternyata, nasi yang dia temukan, memiliki kandungan khusus yang bisa membuat melenting saat dibanting.

Klarifikasi oknum anggota TNI itu, disampaikan di Kantor BPOM Kendari. Disaksikan Kepala Balai POM, Firdaus Umar dan Plt Kadis Ketahanan Pangan Kota Kendari, Made Guyasa.

Made Guyasa menyatakan, beras dalam video merupakan beras resmi yang beredar di pasaran. Dia menambahkan, beras itu aman dikonsumsi berdasarkan pernyataan ahli Balitbang Kementan RI di Jakarta, Djoko Said Darmajati.

"Beras dalam video mengandung zat Amilopektin dan Amilosa diatas 25 persen," kata Made Guyasa.

Dia menjelaskan, semakin tinggi kandungan amilopektin dalam beras, maka nasi akan mudah melenting saat dibanting. Beras jenis ini, bisa dengan mudah ditemui di pasaran.

"Sejauh ini beras yang ditemui tidak mengandung boraks, formalin atau bahan berbahaya lain, sehingga aman dikonsumsi," katanya.

Kepala Balai POM Kendari, Firdaus Umar menambahkan, agar masyarakat bisa menjadi konsumen cerdas. Menurutnya, ada beberapa kasus penemuan makanan dan obat-obatan bermasalah, sehingga masyarakat harus cepat melaporkan pihak berwajib.

"Di Kantor Balai POM ada layanan cepat tanggap terkait obat dan makanan, silahkan lapor dan kami akan memproses," ujarnya.

Saat klarifikasi oknum anggota TNI, Kopda Harmin menyatakan permohonan maaf usai videonya mempertanyakan keaslian beras di warung makan tersebar luas. Dia menyatakan, sikapnya sebagai bentuk perlindungan kepada warganya karena posisinya sebagai Babinsa.

Kesimpulan

Klaim penemuan nasi yang terbuat dari beras palsu adalah tidak benar. Faktanya, beras dalam video tersebut mengandung zat amilopektin dan amilosa diatas 25 persen sehingga bisa melenting saat dibanting. Beras jenis ini, bisa dengan mudah ditemui di pasaran.

Jangan mudah percaya dan cek setiap informasi yang kalian dapatkan. Pastikan itu berasal dari sumber terpercaya sehingga bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Referensi

https://www.liputan6.com/regional/read/4151478/akhir-video-viral-beras-palsu-oknum-tni

(mdk/lia)

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami