Fakta Foto 2 Turis Duduki Pelinggih dan Panjat Patung di Bali

CEK-FAKTA | 16 Oktober 2019 15:22 Reporter : Moh. Kadafi

Merdeka.com - Sebuah foto turis luar negeri menjadi viral di media sosial. Pasalnya, di dalam foto itu terlihat dua turis yang mengenakan pakaian adat Bali sedang duduk di Pelinggih, sementara satu orang lagi berdiri seperti memanjat patung. Foto tersebut juga banyak dikecam netizen. Kedua turis dianggap melecehkan Pelinggih atau tempat suci umat Hindu.

"Saya mau konfirmasi dulu. Coba saya telusuri nanti," Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali Putu Astawa kata Astawa saat dihubungi, Rabu (16/10).

Astawa menyesalkan kejadian tersebut. Karena menurutnya yang dilakukan oleh wisawatan asing itu adalah melecehkan simbol-simbol kesucian Agama Hindu.

"Itu sudah membuat tidak suci. Mungkin mereka tidak paham. Artinya, karena ketidak pahaman mereka pada simbol-simbol suci dari agama kami," imbuhnya.

Astawa menjelaskan, peristiwa tersebut sama halnya dengan kejadian wisatawan asing di kawasan Monkey Forest, Ubud, Kabupaten Gianyar, Bali, pada Agustus 2019 lalu. Saat itu keduanya menggunakan air suci dari Pelinggih untuk membasuh pantat. Keduanya kemudian dipanggil polisi dan dipertemukan dengan Prajuru Desa Adat Padang Tegal Ubud serta seluruh anggota Kerta Desa Padang Tegal. Hukumannya yakni harus mengikuti Upacara adat.

"Harusnya (wisatawan asing) tidak boleh masuk ke area. Harusnya di luar (mungkin) mereka tidak paham itu," ujarnya.

Melihat peristiwa tersebut, Astawa juga mengimbau kepada Pengempon Pura untuk memperbanyak papan larangan wisatawan asing masuk ke tempat suci. Hingga tidak terjadi hal demikian.

"Imbauan kita perlu teman-teman diperbanyak papan larangan di lapangan dalam berbagai bahasa. Kalau mereka dengan guide tidak mungkin begini," ujarnya.

Setelah dilakukan penelusuran, foto dua bule tersebut ternyata terjadi di tahun 2017. Hal ini berdasarkan penuturan Bendesa Agung Majelis Adat (MDA) Bali, Ida Plingsir Agung Putra Sukahet.

"Itu kayaknya tahun 2017, itu kejadian tahun-tahun lalu tapi tempatnya lupa di mana itu," kata Suhaket saat dihubungi, Rabu (16/10).

"Jangan hal-hal yang sudah selesai, jangan bikin keresahan masyarakat. Itu tidak bagus. Itu (foto) sudah tahun-tahun lalu, masalahnya sudah selesai. Sudah ada penyelesaian jangan diungkit-ungkit lagi itu membikin keresahan jangan diviralkan buat apa. masalahnya sudah selesai," sambung Suhaket.

Sukahet juga menyampaikan, bahwa memang sikap turis asing itu melecehkan simbol agama di Bali. Namun hal itu karena para wisatawan asing tidak tahu.

"Pelecehan-pelecehan tempat suci, iya itu memang sebuah pelecehan yang sangat kita sesalkan dan cukup menampar psikologis umat Hindu Bali yah. Itu tidak boleh terjadi lagi," imbuh Sukahet.

(mdk/cob)

TOPIK TERKAIT