Hoaks! Kabar penculikan anak sekolah di Cilodong Depok

CEK-FAKTA » MAKASSAR | 24 Oktober 2018 22:27 Reporter : Nur Fauziah

Merdeka.com - Hari ini ramai beredar informasi tentang penculikan di sebuah sekolah dasar di Depok. Kabar itu awalnya dari pesan berantai di WhatsApp grup (WAG).

Isinya, ada penculikan terhadap seorang siswa pagi tadi di kawasan Cilodong Depok. Setelah didalami ternyata informasi tersebut tidak benar. Pihak kepolisian pun segera menindaklanjuti perihal informasi tersebut.

Kasubbag Humas Polresta Depok AKP Firdaus mengatakan, pihaknya sudah melakukan konfirmasi ke pihak sekolah. Informasi awal yang diterima pihaknya menyebutkan, adanya berita penculikan siswa SD Al Khairiyah Jl. Raya Kalimulya Rt.04/04 Kel. Kalimulya Kec. Cilodong Kota Depok.

"Anggota kami sudah melakukan konfirmasi sekira pukul 19.30 WIB. Anggota Polsek Sukmajaya telah melakukan pengecekan ke alamat tersebut di atas dan bertemu dengan guru," katanya, Rabu (24/10).

Dari informasi yang didapat petugas dari guru sekolah menyebutkan bahwa berita tersebut tidak benar. Karena pengamanan pihak sekolah terhadap siswa sangat ketat.

"Menurut keterangan dari Ibu Siti Sudaryati (guru) berita penculikan tersebut tidak benar, karena setiap masuk dan sebelum siswa pulang guru kelas selalu mengecek siswa didiknya," tukasnya.

Pihak sekolah mengaku menerima kabar tersebut dari pesan berantai pukul 12.30 WIB. Selanjutnya ditindaklanjuti oleh sekolah dengan melakukan pengecekan siswa. Diketahui dari guru kelas ternyat siswa didik lengkap.

"Setelah dicek tidak ada yang merasa kehilangan anak didiknya. Sehingga disimpulkan bahwa informasi tersebut tidak benar (hoaks)," tegasnya.

Dia pun meminta agar masyarakat lebih bijak menyebarkan informasi dan tidak mudah menelan informasi tanpa diteliti lebih dulu. Dia mengimbau agar dilakukan pengecekan kebenaran informasi yang didapat masyarakat sebelum disebarluaskan.

"Masyarakat jangan mudah percaya jika menerima informasi melalui medsos atau wa. Cek dulu kebenarannya baru di share. Karena jika apa yang mereka share tidak benar atau hoaks dapat dijerat UU ITE," tutupnya.

Baca juga:
Sebelum menculik anak autis di Denpasar, pelaku ajak korban makan bakso
Diduga menculik anak di bawah umur, pria ini diringkus polisi di Denpasar
Dipecat juragan pemulung, Fandi culik dua bocah jadi anak buah
Diperiksa polisi, pria diduga penculik anak di Pondok Aren ngomong ngelantur
Diduga penculik, pria di Tangsel berlaga bak orang gila saat ketahuan
Hasil tes DNA, 1 dari 3 bocah korban penyekapan di Makassar anak tersangka
Penculik balita di Karawang ternyata ibu kandungnya, minta duit Rp 200 juta

(mdk/rnd)