Hoaks Video Jokowi Bagi-Bagi Amplop Saat Kampanye
CEK-FAKTA | 27 Desember 2018 09:16 Reporter : Tim Merdeka

Merdeka.com - Video Presiden Jokowi membagi-bagikan amplop kepada warga viral di media sosial dan aplikasi perpesanan. Sejumlah warganet mengembangkan narasi bahwa hal tersebut adalah bukti politik uang yang dilakukan menjelang Pilpres 2019.

Warganet menduga kejadian dalam video itu berlangsung Desember 2018 ini di Ngawi, Jawa Timur. Setelah ditelusuri video itu merupakan rekaman yang terjadi pada 8 Maret 2015.

Jokowi saat itu sudah setahun menjabat sebagai presiden RI, bukan capres. Peristiwa itu dipastikan tak ada kaitannya dengan Pilpres 2019.

Staf Khusus Bidang Komunikasi Presiden, Adita Irawati menegaskan yang dilakukan Presiden Jokowi dalam video tersebut sama sekali bukan politik uang. Menurut dia, video yang beredar itu sejatinya terkait dengan kegiatan kepresidenan, bukan kampanye pemilu.

"Itu video lama saat kegiatan Pak Jokowi pada Maret 2015, bukan sebagai calon presiden. Jadi ini enggak ada kaitannya dengan Pilpres," ujar Adita saat dihubungi Liputan6.com, Rabu (26/12).

Adita menduga video tersebut sengaja diviralkan oleh pihak-pihak tak bertanggung jawab untuk menyerang pribadi Jokowi yang kembali maju sebagai calon presiden di Pilpres 2019.

"Saya pikir, ini sengaja disebarkan. Dicari-cari, dan akhirnya dapat video ini, untuk kemudian di-frame seolah-oleh kegiatan itu dilakukan Pak Jokowi dalam statusnya sebagai calon presiden."

Adita menegaskan aksi Jokowi saat itu tidak menyalahi aturan. Pasalnya, kegiatan dilakukan dalam statusnya sebagai Presiden, dan bukan dilakukan di tahun menjelang pilpres.

"Itu kan tahun 2015. Pilpres kan baru 2019. Ini tidak menyalahi ketentuan apapun. Sama saja ketika Pak Jokowi membagikan buku atau sepeda dalam konteksnya sebagai presiden," ucap dia.

Adita meminta masyarakat tidak ikut menyebarkan kabar atau video yang tak jelas kebenarannya. Dia meyakini warga sekarang semakin cerdas dan mampu membedakan mana berita yang memang sesuai fakta, atau cuma hoaks yang sengaja digulirkan untuk menggiring opini publik.

"Kita semua paham ini tahun politik. Dan berita tersebut sengaja di-frame negatif. Kami minta masyarakat harus lebih teliti memilih dan memilah mana berita yang hoaks dan mana yang benar sesuai fakta," kata Adita.

Baca juga:
Tim Jokowi Laporkan Penyebar Video Hoaks Ma'ruf Pakai Kostum Sinterklas
Polri Identifikasi Akun Medsos Penyebar Hoaks Terkait Tsunami Selat Sunda
Kepala BMKG Heran Saat Bencana Masih Ada Saja Kabar Hoaks
Ada Isu Pantai Utara Siaga Tsunami Via Pesan Berantai, Polisi Nyatakan Hoaks
Hoaks Tsunami Susulan Bikin Resah Warga Pesisir Banten
PSI Kutuk Pengedit Video Ucapan Natal Ma'ruf Amin
Hoax! Kabar Air Laut di Merak Surut 7 Meter

(mdk/gil)