Kabar gempa susulan 8,1 SR & tsunami dahsyat di Palu hoaks!
CEK-FAKTA | 1 Oktober 2018 09:46 Reporter : Henny Rachma Sari

Merdeka.com - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menegaskan kabar akan adanya gempa susulan berkekuatan 8,1 SR serta tsunami dahsyat yang bakal melanda Palu, Sulawesi Tengah adalah tidak benar alias hoaks. BNPB meminta warga tak langsung percaya segelintir kabar yang tidak jelas sumbernya.

"Hoaks ancaman gempa dan tsunami mulai menyebar di Kota Palu dan daerah lain. Masyarakat resah. Mohon jika menerima informasi seperti ini ABAIKAN. Ini HOAX," tulis Kepala Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho dalam akun twitternya @Sutopo_PN seperti dikutip merdeka.com, Senin (1/10).

Sutopo menegaskan, berita tersebut bohong sebab tak ada satu alat pun yang dapat mendeteksi kedatangan gempa.

"Tidak ada satu pun negara di dunia dan iptek yang mampu memprediksi gempa secara pasti," tegasnya.

Kabar tersebut merupakan satu dari sekian banyak yang beredar di media sosial. Ia meminta masyarakat tak mudah mempercayainya.

Kabupaten Donggalan dan Palu, Sulawesi Tengah hingga kini masih menjadi kota mati usai diguncang gempa 7,4 SR, Jumat (28/9) lalu. Tak hanya ratusan jiwa melayang, tercatat ratusan bangunan serta fasilitas umum luluhlantak hingga nyaris rata dengan tanah.

Hingga Minggu, 30 September kemarin, sebanyak 832 korban tewas telah ditemukan dan teridentifikasi. Dan di hari itu juga, warga yang meninggal dunia dikuburkan secara massal.

"Korban gempa dan tsunami per 30 September 2018, Pukul 13.00 adalah 832 meninggal Palu 821 dan Donggala 11," kata Sutopo.

Sementara, untuk warga yang mengalami luka berat dan ringan kini tersebar di sejumlah rumah sakit. Sedangkan mereka yang mengungsi berjumlah 16.732 dan tersebar di 24 titik.

(mdk/rhm)