Polisi Bantah Larang Mobil Pelat L & W Masuk Malang saat Laga Arema FC Vs Persebaya

CEK-FAKTA » MALANG | 10 April 2019 22:55 Reporter : Erwin Yohanes

Merdeka.com - Beredarnya kabar larangan mobil berpelat L dan W memasuki wilayah Malang pada saat pertandingan sepak bola leg kedua antara Arema FC dan Persebaya, dibantah polisi. Namun, sebagai upaya antisipasi, mobil-mobil berpelat nomor L maupun W dengan lambang klub tertentu diminta untuk tidak mendekati Stadion Kanjuruhan Malang, pada saat pertandingan, Jumat (12/4).

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera mengatakan, tidak ada larangan dari polisi mengenai mobil dengan pelat nomor L untuk memasuki wilayah Malang. "Yang tidak boleh itu, mobil pelat L yang masuk ke stadion dengan membawa bendera logo dan lambang klub tertentu untuk provokasi," ujarnya, Rabu (10/4).

Namun ia mencontohkan, jika ada mobil berpelat L maupun W hendak menjenguk anaknya sekolah di Malang, atau berbisnis di Malang, hal itu boleh-boleh saja. "Bisa saja, mau antar makanan, atau bisnis, boleh kok," ungkapnya.

Barung berharap masyarakat ikut mendukung pengamanan jalannya perhelatan Piala Presiden dengan tidak memancing provokasi.

Barung menambahkan, pada saat laga puncak nanti, Presiden Joko Widodo diagendakan hadir di Stadion Kanjuruhan Malang. Skenario pengamanan telah disiapkan Polres se-Malang Raya dan Polda Jatim. Sekitar 3.500 personel siap mengamankan pertandingan.

Polisi juga menerapkan larangan bagi suporter yang tidak memiliki tiket untuk masuk di Stadion. "Aturannya sama dengan kemarin, yang tidak memiliki tiket tidak boleh masuk. Nanti juga ada pagarnya," katanya.

3.500 personel tersebut berasal dari berbagai kesatuan. Di antaranya Polres Malang, Kota Malang, Batu, Pasuruan, dibantu Brimob, serta dibantu aparat TNI dari Korem Malang.

(mdk/cob)