100 Paus Pilot dan Lumba-Lumba Mati setelah Terdampar Massal di Selandia Baru

100 Paus Pilot dan Lumba-Lumba Mati setelah Terdampar Massal di Selandia Baru
DUNIA | 26 November 2020 15:05 Reporter : Iqbal Fadil

Merdeka.com - Sekitar 100 paus pilot dan lumba-lumba hidung botol telah mati saat terdampar secara massal di Kepulauan Chatham yang terpencil, sekitar 800 km (497 mil) di lepas pantai timur Selandia Baru.

Kebanyakan dari mereka terdampar selama akhir pekan tetapi upaya penyelamatan terhambat oleh lokasi pulau yang terpencil.

Departemen Konservasi Selandia Baru (DOC) mengatakan total 97 paus pilot dan tiga lumba-lumba mati terdampar, menambahkan bahwa mereka diberitahu tentang insiden tersebut pada hari Minggu. Demikian seperti dilansir laman Reuters, Kamis (26/11).

"Hanya 26 paus yang masih hidup pada saat ini, sebagian besar dari mereka tampak sangat lemah, dan di-eutanasia karena kondisi laut yang ganas dan hampir pasti ada hiu putih besar di dalam air yang dibawa oleh makhluk seperti terdampar ini," kata DOC Biodiversity Ranger, Jemma Welch.

Terdampar massal cukup umum di Kepulauan Chatham dengan hingga 1.000 hewan mati dalam satu kali terdampar pada tahun 1918.

Paus terdampar massal telah terjadi sepanjang sejarah modern yang tercatat, dan mengapa hal itu terjadi adalah pertanyaan yang membingungkan para ahli biologi kelautan selama bertahun-tahun.

Pada akhir September, beberapa ratus paus mati di perairan dangkal lepas pantai Australia di salah satu tempat terdampar massal paus terbesar di dunia. (mdk/bal)

Baca juga:
Bangkai Paus Seberat 3 Ton Ditemukan di Perairan Nusa Dua Bali
Bangkai Paus Berukuran 10 Meter Ditemukan di Perairan Mertasari Bali
Ratusan Paus Pilot Terdampar di Sri Lanka
Penampakan Paus Sirip yang Terdampar di Pantai Prancis
Aksi Penyelamatan Ratusan Paus Pilot Terdampar di Australia
Beratnya Capai 1 Ton, Ini Penampakan Hiu Paus yang Terdampar di Pantai Congot

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami