19 Orang Tewas dalam Ledakan Bom di Rumah Sakit Militer Kabul Afghanistan

19 Orang Tewas dalam Ledakan Bom di Rumah Sakit Militer Kabul Afghanistan
Asap terlihat dari lokasi ledakan di dekat rumah sakit militer di Kabul, Afghanistan, 2 November 202. ©Bilal Guler/Anadolu Agency/Al Jazeera
DUNIA | 2 November 2021 17:48 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Dua ledakan kuat dan suara tembakan terdengar di dekat rumah sakit militer Sardar Mohammad Daud Khan di ibu kota Afghanistan, Kabul, Selasa (2/11), menurut saksi mata dan juru bicara pemerintah.

Sumber dari Kementerian Dalam Negeri Afghanistan mengatakan 19 orang tewas dan 43 lainnya terluka dalam ledakan tersebut.

Juru bicara pemerintahan Taliban, Bilal Karimi mengatakan kepada wartawan setidaknya dua ledakan terjadi di pintu masuk rumah sakit dengan kapasitas 400 tempat tidur di distrik 10 Kabul. Saksi mata mengatakan kepada Al Jazeera itu adalah bom mobil.

"Pasukan keamanan dikerahkan ke daerah itu," jelasnya di Twitter seperti dilansir Al Jazeera, Selasa (2/11).

Foto-foto yang dibagikan oleh warga menunjukkan kepulan asap setelah ledakan di bekas zona diplomatik di daerah Wazir Akbar Khan di Kabul tengah.

Belum ada pihak yang mengklaim bertanggung jawab atas serangan terbaru ini. Namun kantor berita resmi Bakhtar mengutip saksi yang mengatakan sejumlah pejuang ISIS memasuki rumah sakit dan bentrok dengan pasukan keamanan. Namun Al Jazeera tidak dapat memverifikasi laporan tersebut secara independen.

Ledakan itu menambah daftar serangan dan pembunuhan yang terus bertambah sejak Taliban merebut Kabul pada Agustus, padahal mereka berjanji untuk memulihkan keamanan di Afghanistan setelah beberapa dekade perang.

ISIS yang berafiliasi dengan ISIS-Khorasan atau ISIS cabang Afghanistan, yang telah melakukan serangkaian serangan terhadap masjid dan target lainnya sejak Taliban berkuasa, melakukan serangan kompleks di rumah sakit dengan 400 tempat tidur pada tahun 2017 membunuh lebih dari 30 orang.

Seorang petugas kesehatan di rumah sakit, yang berhasil melarikan diri dari lokasi, mengatakan dia mendengar ledakan besar diikuti oleh beberapa menit tembakan. Sekitar sepuluh menit kemudian, terjadi ledakan kedua yang lebih besar.

Dia mengatakan tidak jelas apakah ledakan dan tembakan itu berada di dalam kompleks rumah sakit yang luas, rumah sakit militer terbesar di Afghanistan.
Pasukan Khusus Taliban dikerahkan ke TKP, menurut kementerian dalam negeri.

Reporter Magang: Ramel Maulynda Rachma (mdk/pan)

Baca juga:
Potret Anak Afghanistan Bekerja di Ladang Ganja
Jokowi-Joe Biden Bertemu di Sela COP26, Bahas Stok Vaksin hingga Afghanistan
Jokowi Bahas Afghanistan hingga Rehabilitasi Mangrove saat Bertemu Dewan Eropa
Taliban: Jika AS & Negara di Dunia Tak Mengakui Kami, Dampaknya akan Meluas
Pemimpin Tertinggi Taliban Akhundzada Muncul Pertama Kali di Hadapan Publik

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami