27 Migran Tenggelam karena Perahu Terbalik di Selat Inggris

27 Migran Tenggelam karena Perahu Terbalik di Selat Inggris
migran mendarat di inggris. ©Reuters
DUNIA | 25 November 2021 18:20 Reporter : Pandasurya Wijaya

Merdeka.com - Sebanyak 27 orang migran tenggelam di lepas pantai Prancis ketika perahu mereka terbalik di Selat Inggris pada Rabu.

Prancis mengatakan pihaknya bekerja keras menghentikan penyeberangan ilegal di selat yang memisahkan daratan Eropa dengan Inggris itu.

Namun tak ada yang menghentikan sekelompok migran lain yang terdiri dari 40 orang, termasuk enam anak-anak, yang berangkat dari Wimereux di utara Prancis saat fajar di hari yang sama.

Berbalut mantel besar dan topi wol hitam untuk menahan dingin, belasan pria mengangkat perahu karet di pundak dan berjalan melewati bukit pasir menuju pantai.

Di depan mereka terbentang perairan dingin dan sejumlah jalur pelayaran tersibuk di dunia.

Keluarga mereka mengikuti, termasuk sejumlah pria yang menyeret sebuah motor tempel.

Seorang pria menggandeng anak laki-lakinya. Dua pria lainnya menggendong bocah kecil di atas pundak, dan para wanita membawa barang.

Sebuah truk polisi Prancis datang menghampiri, menyorotkan lampu dan berputar mengelilingi para migran seakan berusaha menghalangi langkah mereka menuju laut.

Seorang wanita yang membawa bocah kecil melangkah ke depan truk dan meraung-raung. Kendaraan itu berhenti dan tak lama kemudian pergi ke bagian pantai lain untuk berpatroli.

Para migran lalu berlarian menuju perahu di pantai, mengangkat anak-anak ke atasnya lalu mendorongnya ke laut. Seorang wanita berteriak kepada Reuters: "Ke Inggris," sambil mengangkat sebuah kantong plastik ke atas kepala agar barang di dalamnya tetap kering.

Dalam air setinggi pinggang, migran lain mendekati perahu karet dan naik ke atasnya. Perahu kecil itu akhirnya terisi penuh. Beberapa migran melambaikan tangan ketika mereka mulai bergerak meninggalkan pantai.

Beberapa jam kemudian, mereka mendarat di dekat Dungeness, Inggris, dikawal sebuah perahu penyelamat.

Seorang penjaga perbatasan membantu seorang anak bermantel dengan motif tartan yang sebelumnya terlihat di Prancis. Anak itu mengisap permen saat berjalan pelan ke arah pantai. (mdk/pan)

Baca juga:
Polisi Polandia Tembakkan Meriam Air ke Arah Migran di Perbatasan
Militer Polandia Semprot Cairan Saat Usir Imigran Belarusia di Perbatasan
Demo Ratusan Pencari Suaka Afghanistan
Ribuan Imigran Jalan Kaki Menuju Mexico City
Putri Imigran Taiwan Jadi Wali Kota Perempuan Asal Asia Pertama di Boston
Perjalanan Berbahaya Imigran Haiti Menuju AS

TOPIK TERKAIT

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami