29 Orang Ditangkap pada Aksi Unjuk Rasa di Hong Kong

DUNIA | 25 Agustus 2019 11:48 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Kepolisian Hong Kong menangkap 29 orang setelah bentrokan semalam. Di mana gas air mata ditembakkan untuk membubarkan protes anti-pemerintah dan pusat keuangan Asia telah bersiap untuk unjuk rasa lebih lanjut pada hari itu.

Para aktivis melemparkan bom bensin dan batu bata molotov ke arah kawasan industri Kwun Tong yang berpasir, sebuah wilayah padat penduduk di wilayah China sebelah timur semenanjung Kowloon. Empat stasiun kereta bawah tanah MTR ditutup karena aksi protes ini, dikutip dari Reuters (25/8).

Polisi menggunakan gas air mata setelah aksi lempar bom bensin dan batu bara yang dilakukan demonstran, demonstran yang lain merobek tiang lampu "pintar" yang dilengkapi dengan kamera pengintai. Sisanya memasang penghalang jalan dengan perencah bambu.

Penggunaan gas air mata pertama kali dilakukan polisi dalam lebih dari seminggu setelah rangkaian demonstrasi yang sebagian besar damai di bekas jajaran Inggris. Akses transportasi ke bandara internasional juga tampak normal pada Minggu pagi, meskipun dikabarkan para demonstran berencana untuk melakukan tes stres selama satu hari di pusat penerbangan.

Agenda protes lain direncanakan pada hari Minggu di distrik kelas pekerja Tsuen Wan dan demonstran juga merencanakan pemogokan di seluruh kota dan memboikot kelas di universitas dalam beberapa minggu mendatang.

Polisi mengatakan pada sebuah pernyataan bahwa mereka sangat mengutuk demonstran yang melanggar perdamaian publik pada hari Sabtu kemarin dan bahwa 19 pria dan 10 wanita telah ditangkap. Mereka yang telah ditangkap termasuk penyelenggara pawai, Vents Lau, penyiar publik RTHK melaporkan.

Aksi protes yang dilakukan awalnya mengenai RUU ekstradisi yang sekarang ditangguhkan dan kini berkembang luas menjadi tuntutan untuk demokrasi yang lebih besar, di mana aksi ini mengguncang Hong Kong selama tiga bulan. Tuntutan lainnya termasuk penyelidikan independen terhadap yang mereka gambarkan sebagai kebrutalan polisi, penarikan penuh tagihan ekstradisi, dan hak pilih universal.

Seruan yang lebih luas untuk demokrasi telah membuat kota Hong Kong dalam keadaan krisis yang di mana belum pernah terjadi, membuat tantangan langsung dari para pemimpin Partai Komunis di Beijing.

Para demonstran mengatakan mereka melakukan aksi unjuk rasa ini untuk memerangi erosi aturan satu negara, dua sistem yang mengabadikan otonomi tingkat tinggi bagi Hong Kong sejak diserahkan kembali dari pemerintahan Inggris ke Tiongkong pada tahun 1997. Pada hari Sabtu, China akhirnya membebaskan konsultan Inggris Simon Cheng yang sempat di tahan karena dianggap memicu ketegangan.

Reporter Magang: Ellen Riveren

Baca juga:
Polisi Tembaki Demonstran Hong Kong dengan Peluru Karet
Terinspirasi Perlawanan Baltik, Demonstran Hong Kong Bentuk Rantai Manusia
Demonstran Hong Kong Gunakan Bambu untuk Blokade Jalan
Tato, Ekspresi Baru Pengunjuk Rasa Hong Kong
Media China Tuding Perusahaan Kereta Dukung Demonstran Hong Kong
Google Tutup 210 Kanal YouTube Mencela Demo Hong Kong

(mdk/azz)