3 Polisi di Iran tewas setelah bentrokan dengan kelompok sufi

3 Polisi di Iran tewas setelah bentrokan dengan kelompok sufi
DUNIA | 20 Februari 2018 09:18 Reporter : Farah Fuadona

Merdeka.com - Tiga petugas polisi tewas di Teheran pada Senin (19/2), saat bentrokan dengan anggota ordo religius Muslim yang dipandang sebagai ancaman bagi pendirian teokrasi Syiah.

Seperti dilansir dari laman Reuters, Selasa (20/2), dari sebuah rekaman video yang dibagikan di media sosial menunjukkan bentrokan antara pasukan keamanan dan anggota Gonabadi Dervishes, sebuah kelompok Islam Sufi garis keras. Mereka berkumpul di depan sebuah kantor polisi, menuntut pembebasan beberapa anggota sekte mereka.

"Mereka mengganggu keamanan dan ketertiban menggunakan bus dan membunuh tiga petugas polisi. Tak lama setelah kejahatan, kami menangkap pelaku pembunuhan," kata juru bicara polisi Saeed Montazer al-Mahdi di televisi pemerintah.

Sebuah video di media sosial menunjukkan sebuah bus putih yang dibajak oleh sekitar 40 orang dan menyerang polisi anti huru hara di sebuah jalan sempit dan juga menabrak sejumlah mobil yang diparkir. Namun belum ada verikasi mengenai keaslian video tersebut.

Kantor berita Fars melaporkan bahwa pengemudinya adalah anggota sekte Sufi. Ia juga mengatakan beberapa petugas polisi dan pejalan kaki telah terluka.

Pada sebuah video lain yang juga tersebar di media sosial menunjukkan polisi menembakkan gas air mata untuk membubarkan para demonstran lainnya. Ada juga foto demonstran yang terluka dengan wajah berlumuran darah.

Menurut sebuah situs yang terkait dengan Sufi Gonabadi, Majzooban, beberapa demonstran ditembak oleh polisi. Situs tersebut juga melaporkan bahwa demonstran yang terluka telah dibawa ke rumah sakit terdekat.

Menurut Pusat Hak Asasi Manusia di Iran (CHRI), sebuah kelompok nirlaba yang berbasis di New York, beberapa anggota sekte Gonabadi Dervishes telah ditangkap dalam dua bulan terakhir.

Sebelumnya pada 14 Januari lalu, polisi membubarkan sebuah demonstrasi yang menuntut pembebasan tahanan sufi lainnya. Akibatnya sejumlah orang terluka dan tiga lainnya ditangkap di Kota Kowar di Provinsi Fars.

Pejabat PBB Khusus untuk Hak Asasi Manusia di Iran telah menyuarakan keprihatinannya terkait dengan masifnya penangkapan orang-orang dari berbagai kelompok sufi, termasuk Gonabadi dan Yarsan, yang juga dikenal dengan Ahl-e pada 2017.

Aktivis HAM dari Pakistan Asma Jahangir, yang meninggal seminggu yang lalu, mengatakan dalam laporannya kepada Dewan Hak Asasi Manusia PBB pada Maret tahun lalu bahwa kelompok tersebut terus menghadapi kekerasan, pelecehan dan penahanan sewenang-wenang, dan sering dituduh melakukan kejahatan keamanan nasional seperti bertindak melawan keamanan nasional. (mdk/frh)


Puing pesawat jatuh di Iran belum ditemukan, pemerintah minta bantuan China dan Eropa
Seluruh 66 penumpang pesawat jatuh di Iran tewas
Pesawat berpenumpang 60 orang jatuh di pegunungan Iran
Iran sebut negara Barat pakai kadal buat mata-matai nuklir
Peringati Revolusi Iran ke-39 tahun, Dubes Iran ingin kuatkan hubungan internasional
Israel versus Iran kian memanas di Suriah
Ini rudal Suriah yang hancurkan jet tempur F-16 Israel

TOPIK TERKAIT
more tag

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami