Lima cerita ibu teledor bikin anak meninggal tragis

DUNIA | 23 April 2015 06:01 Reporter : Pandasurya Wijaya

Merdeka.com - Melahirkan seorang bayi sebagai penerus cerita dan kehidupan tentu membahagiakan bagi para ibu. Sebagai orangtua, sosok ibu bisa merasakan kedekatan dengan bayi yang dilahirkannya. Seorang ibu yang baik terhadap buah hatinya sudah sepatutnya menjaga, membesarkan bayi mereka dengan penuh kasih sayang.

Namun tidak semua bayi beruntung bisa memiliki sosok ibu yang begitu perhatian dan menjaga mereka dengan penuh kasih sayang. Sebagian ibu ternyata ada yang ceroboh dalam menjaga bayinya hingga berakibat fatal. Tindakan mereka jangan sampai dicontoh.

Bagaimana kisah tragis mereka? Simak ulasannya berikut ini.

1 dari 4 halaman

Bayi meninggal, ibu malah asyik chatting

ilustrasi chatting online. ©2012 Merdeka.com

Entah apa yang ada dalam pikiran Yumiko Takahashi ketika meninggalkan anaknya untuk chatting online. Padahal wanita Jepang berusia 29 tahun ini telah mengetahui bahwa Neo, anaknya, sedang demam tinggi.

Alih-alih segera memeriksakan Neo yang berusia 19 bulan ke dokter, wanita ini malah meninggalkan anaknya untuk chatting di internet.

Berdasarkan keterangan yang didapatkan Japan Today (30/06/2012), pemeriksaan menunjukkan bahwa Neo telah meninggal pukul 2 malam pada tanggal 26 Juni. Sementara ibunya baru mengetahui kematian bayinya pada tanggal 27 Juni, keesokan harinya.

Juru bicara kepolisian Otsu, Jepang, menyatakan bahwa Takahashi ditangkap karena dakwaan penelantaran anak hingga menyebabkan kematian.

Neo adalah anak kedua Takahashi. Sebelumnya Takahashi juga pernah kehilangan anak pertamanya karena terjatuh dari balkon apartemen. Saat itu, Takahashi mengaku bahwa dia sedang menggunakan chatroom.

"Aku mencari hiburan dari chatting online untuk bisa berhubungan dengan orang lain. Aku sudah melakukannya tiga tahun setelah mengalami depresi karena kehilangan anak pertamaku," kata Takahashi sat diwawancara oleh NHK.

"Membesarkan anak sungguh rumit," tambahnya.

Kisah Takahashi di atas setidaknya bisa dijadikan pelajaran agar para orang tua tak lalai menjaga anak-anak mereka. Membesarkan anak tak hanya membutuhkan materi yang cukup, tetapi juga perhatian, kasih sayang, dan pengawasan. Jangan sampai nyawa anak melayang hanya karena orang tua keranjingan dunia online.

2 dari 4 halaman

Ibu bapaknya sedang makan di restoran, bayi ini tewas kelaparan

Betsey Kee Stephens. ©Daily Mail

Bayi perempuan berusia 22 hari bernama Betsey Kee Stephens meninggal karena kelaparan di kursi mobil saat orangtuanya makan di restoran Golden Corral, Florida, Amerika Serikat.

Koran the Daily Mail melaporkan, Rabu (31/12), polisi sudah menangkap kedua orangtua bayi malang itu dan menuntut mereka dengan pasal pembunuhan tingkat pertama dan menelantarkan bayi hingga meninggal.

Menurut kepolisian Lakeland, Ruby Stephens, 23 tahun, dan Roy Stephens, 48 tahun, dari Indiana, tengah mengunjungi kerabat di Florida pada 23 Desember lalu. Mereka kemudian menelepon polisi setelah menemukan bayi mereka di dalam mobil tidak bergerak. Bayi mereka kemudian dinyatakan meninggal di rumah sakit. Roy diketahui bukan bapak biologis dari Betsey.

Bayi perempuan itu kelaparan sejak 22 hari dia lahir," kata Mike Link, kepala polisi Lakeland. "Ketika saya melihat foto bayi itu saya gemetar karena selama 30 tahun saya bekerja, belum pernah menemukan kasus seperti ini."

Setelah diotopsi, jenazah Betsy diketahui hanya berbobot 1,8 kilogram, atau turun sekitar 0,9 kilogram dari saat dia lahir. Seharunya bobot normal Betsy mencapai 3,6 kilogram.

Petugas medis kemudian menyatakan Betsy tewas karena kelaparan. Dia meninggal lebih dari tiga jam sebelum orangtuanya menyadari dan menelepon polisi.

Petugas juga menuturkan, Betsy mengalami dehidrasi karena tidak diberi minum selama enam hingga tujuh jam sebelum dia meninggal.

3 dari 4 halaman

Ditinggal dalam mobil, batita ini tewas kepanasan

Victoria Marks. ©2013 Merdeka.com/Facebook.com

Sehari setelah merayakan ulang tahunnya yang pertama, Victoria Marks ditemukan sekarat di dalam mobil ibunya. Nasibnya terbilang sangat naas karena ketika ditemukan, batita ini dalam keadaan terikat dan dibiarkan terkunci di dalam mobil.

Cuaca di parkiran saat itu cukup terik mencapai 30 derajat Celcius (suhu tertinggi rata-rata di Dallas sekitar 24,8 derajat Celcius). Sebagaimana dilaporkan New York Daily News (21/5), gadis berusia satu tahun itu tampak terkunci di dalam sebuah kendaraan yang diparkir di Dallas, Jumat (17/5/2013).

Ibunya, Vibha Marks, telah ditangkap atas tuduhan meninggalkan anak dengan cedera tubuh yang serius. Dia pun dibebaskan dengan uang jaminan sebesar USD 50.000 (atau Rp 488 juta) pada hari Sabtu lalu (18/5).

Menurut laporan polisi setempat, anak itu diikat di kursi belakang mobil, yang diparkir di luar sebuah sekolah dasar di Dallas, tempat ibunya mengajar.

Saksi mata yang juga menyelamatkan nyawa anak itu bernama Exenia Gomez. Ia mengatakan kepada WFAA TV bahwa dirinya melihat batita itu tidak bergerak sehingga terpaksa memecahkan kaca jendela mobil. Tetapi malang, Victoria pun akhirnya meninggal dunia dalam perjalanan ke rumah sakit.

"Saya baru saja keluar dari mobil dan melihat sesuatu berwarna merah muda di dalam mobil. Saya melihat ada bayi di dalam sana," kata Gomez. "Saya langsung melihat batita itu dan ia tidak bergerak sama sekali. Saya bahkan memeluknya dan melihat wajahnya."

Menurut pernyataan dari Dallas Independent School District, ibu Victoria adalah seorang guru yang baru saja memulai bekerja di Sekolah Dasar Frank Guzick. Namun, kini dia telah diganjar cuti administratif oleh otoritas Dallas.

4 dari 4 halaman

Ibu teledor asyik nonton TV, bayinya mati dimakan kecoak

Ibu teledor Oklahoma. ©2015 Merdeka.com

Peristiwa tragis terjadi di Kota Oklahoma, Amerika Serikat. Bayi berusia tiga bulan, bernama Alice, tewas mengenaskan, dengan jasadnya sudah dirubung kecoak.

Ketika bayi itu meregang nyawa, si ibu bernama Brittany Bell (27 tahun) justru asyik menonton televisi. The Daily Mail melaporkan, Rabu (22/4), ibu muda yang sudah memiliki tiga anak ini sama sekali tidak menengok bayinya selama berjam-jam pada hari nahas tersebut.

Jasad Alice baru diketahui Bell pada sore hari. Kecoak sudah memakan bayi malang itu di bagian kaki dan kepala.

Bell panik, lalu memanggil polisi. Melihat ada tanda-tanda keteledoran, sang ibu langsung dicokok petugas.

Kepada petugas, Bell bersumpah si bayi masih baik-baik saja. Dia justru menuding anak pertamanya, yang berusia 18 bulan, sebagai penyebab Alice meninggal. "Bisa saja dia menutup wajah adiknya dengan bantal karena iri," kata Bell.

Penyidik Jim warring menyatakan hasil otopsi belum bisa menyimpulkan penyebab kematian bayi malang itu. Sejauh ini tidak ada tanda-tanda kesengajaan. Sehingga, Bell cuma didakwa kelalaian menyebabkan anak meninggal dengan hukuman relatif ringan.

Tetangga mengatakan perempuan muda yang menjanda dan tidak punya pekerjaan tetap itu sering meninggalkan anak-anaknya. Kini, dua anaknya yang masih hidup diasuh oleh pemerintah setempat selama Bell mengikuti persidangan. (mdk/pan)

Baca juga:
Mimpi anak ini ungkap penyebab kecelakaan yang tewaskan ibunya
Ibu teledor asyik nonton TV, bayinya mati dimakan kecoak
Kisah ajaib ibu bertemu anaknya yang mati 49 tahun lalu
Sewa 12 ribu PSK, kepala sekolah ini ditangkap
Nenek 80 tahun ini sudah tidur dengan seribu pemuda
Dua tahun rajin beraki mobil orang, pria ini diburu polisi
Mulai tahun ini muslim New York bisa libur Idul Fitri dan Idul Adha

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.