5 Tahun Gugat Hukum, Pengadilan Putuskan Muslim Jerman Boleh Kumandangkan Azan

5 Tahun Gugat Hukum, Pengadilan Putuskan Muslim Jerman Boleh Kumandangkan Azan
Umat muslim Jerman sedang salat di Kota Frankfurt. ©Reuters
DUNIA | 24 September 2020 09:37 Reporter : Hari Ariyanti

Merdeka.com - Pengadilan di Jerman pada Rabu menolak sebuah gugatan untuk membungkam azan muazzin dari masjid di sebuah kota kecil, setelah sebuah gugatan hukum diajukan selama lima tahun.

Komunitas Islam Turki (Ditib) sekarang boleh menggunakan pengeras suara saat mengumandangkan azan di kota Oer-Erkenschwick di negara bagian North Rhine-Westphalia.

Dikutip dari Aljazeera, Kamis (24/9), penduduk lokal mengajukan gugatan pada 2015 atas izin terkait, yang mengiizinkan masyarakat muslim menggunakan pengeras suara selama 15 menit antara siang dan pukul 14.00 pada Jumat.

Azan dikumandangkan tanpa pengeras suara selama lima tahun karena gugatan tersebut. Gugatan diajukan pasangan yang tinggal 900 meter dari masjid, yang mengatakan kebebasan beragama mereka dilanggar oleh suara tersebut.

Pengadilan, yang berlokasi di Muenster, menolak argumen mereka.

"Setiap masyarakat harus menerima bahwa terkadang seseorang akan sadar bahwa orang lain menjalankan keyakinan mereka,” kata hakim ketua Annette Kleinschnittger.

Hakim Annette memutuskan, selama tidak ada yang dipaksa untuk menjalankan agamanya, tidak ada alasan untuk mengeluh. (mdk/pan)

Baca juga:
Abaikan Karantina, Wanita AS Positif Covid-19 Keluyuran di Bar Jerman Tulari 24 Orang
Profesor Indonesia Raih Penghargaan Dosen Terbaik di Jerman
Sepak Bola Telanjang di Jerman
Rusia Minta Jerman Berikan Rincian Uji Racun Novichok yang Dilakukan Terhadap Navalny
Belajar dari Strategi Negara Eropa Membuka Sekolah di Tengah Pandemi Covid-19
Prancis dan Jerman Tawarkan Pengobatan Untuk Tokoh Oposisi Rusia yang Diduga Diracun
Warga Jerman Bisa Dapat Vaksin Covid-19 Awal Tahun Depan
Kelompok Anti Vaksin di Berlin Unjuk Rasa Tolak Pembatasan Akibat Pandemi Covid-19
Dibangun 42 Tahun Lalu, Ini Potret Rumah Adat Batak di Jerman

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami