57 Persen Rakyat Amerika Ingin Donald Trump Dilarang Pegang Jabatan Publik

57 Persen Rakyat Amerika Ingin Donald Trump Dilarang Pegang Jabatan Publik
Donald Trump. ©2020 REUTERS/Leah Millis
DUNIA | 28 Januari 2021 19:06 Reporter : Hari Ariyanti

Merdeka.com - Mayoritas warga Amerika mendukung larangan bagi mantan Presiden Donald Trump kembali memegang jabatan federal, menurut sebuah survei yang dirilis pada Senin oleh Universitas Monmouth.

DPR memakzulkan Trump pada Januari atas tuduhan menghasut kerusuhan di Gedung Parlemen atau US Capitol. Pasal pemakzulan akan disampaikan ke Senat pada Senin malam. Trump satu-satunya Presiden AS yang dimakzulkan dua kali. Jika dia terbukti bersalah dalam sidang pemakzulan Senat, Trump akan dilarang memegang jabatan federal di masa yang akan datang.

Dikutip dari laman Newsweek, Kamis (28/1), survei Universitas Monmouth menunjukkan, 57 percen responden setuju Trump dilarang menjabat lagi, sementara 41 persen tak setuju. Sedangkan 2 persen tak memberi jawaban.

Sementara itu hanya 19 persen pendukung Republik mengatakan senang Trump dilarang menjabat lagi, dan 90 persen Demokrat mendukung usulan tersebut. Sementara itu 78 persen pendukung Republik tak mendukung usulan itu.

Survei Universitas Monmouth dilaksanakan via telepon dengan responden 809 orang dewasa. Margin kesalahan plus atau minus 3,5 poin persentase.

Banyak pihak menyebut Trump bertanggung jawab atas kerusuhan US Capitol pada 6 Januari itu. Trump terus menerus melontarkan klaim tak berdasar telah terjadi kecurangan pemilu sehingga dia kalah dalam kontestasi tersebut.

Pada hari kerusuhan, Trump berpidato di hadapan pendukungnya di Washington DC, menyerukan "Hentikan Kecurangan", yang menurut beberapa anggota parlemen membantu menyulut kerusuhan.

Baca Selanjutnya: Pendukungnya kemudian berjalan ke US...

Halaman

(mdk/pan)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami