900 Lebih Perempuan Peru Hilang Selama Lockdown Akibat Pandemi Covid-19

900 Lebih Perempuan Peru Hilang Selama Lockdown Akibat Pandemi Covid-19
DUNIA | 5 Agustus 2020 18:14 Reporter : Hari Ariyanti

Merdeka.com - Lebih dari 900 perempuan dan gadis menghilang di Peru selama lockdown akibat virus corona, kata pejabat tinggi lembaga perlindungan hak-hak perempuan pada Selasa (4/8), menyerukan pendataan orang hilang nasional.

Komisioner hak-hak perempuan Ombudsman Peru, Isabel Ortiz menyampaikan, data orang hilang harus terus ditelusuri apakah mereka masih hidup atau meninggal dan apakah mereka korban perdagangan, KDRT atau pembunuhan. Demikian dilansir Channel News Asia, Rabu (5/8).

Ortiz menambahkan, jumlah orang yang dilaporkan hilang sejak lockdown mulai diberlakukan yaitu 915 orang; 606 gadis remaja dan 309 perempuan. Lockdown diberlakukan di Peru mulai 16 Maret sampai 30 Juni.

"Angka ini sangat mengkhawatirkan," ujarnya kepada Thomson Reuters Foundation dalam sebuah wawancara telepon.

"Kita tahu jumlah perempuan dan gadis yang hilang, tapi kita tidak punya rincian informasi terkait berapa yang telah ditemukan. Kami tidak punya data memadai dan terbaru."

Pekan lalu, Kementerian Pemberdayaan Perempuan Peru menyampaikan, 1.200 perempuan dan gadis dilaporkan hilang selama pandemi, data tertinggi termasuk data bulan Juli.

Kementerian mengatakan, pemerintah berupaya memberantas kekerasan terhadap perempuan dan meningkatkan anggaran tahun ini untuk program pencegahan kekerasan berbasis gender.

Negara di seluruh dunia melaporkan peningkatan kasus KDRT selama lockdown, membuat PBB menyerukan pemerintah di dunia segera bertindak.

Baca Selanjutnya: Pentingnya Pendataan Memadai...

Halaman

(mdk/pan)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami