97 Orang Tewas dari Jatuhnya Pesawat di Pakistan, 2 Selamat

97 Orang Tewas dari Jatuhnya Pesawat di Pakistan, 2 Selamat
DUNIA | 23 Mei 2020 16:47 Reporter : Pandasurya Wijaya

Merdeka.com - Pemerintah Pakistan hari ini mengatakan korban tewas dari jatuhnya pesawat maskapai Pakistan International Airlines (PIA) di Karachi mencapai 97 orang dan dua selamat. Tidak ada korban tewas dilaporkan dari kawasan perumahan penduduk tempat jatuhnya pesawat tersebut.

PIA dengan nomor penerbangan PK 8303 terbang dari Lahore menuju Karachi mengangkut 99 orang ketika jatuh sekitar pukul 14.45 waktu setempat ketika berusaha mendarat untuk kedua kalinya.

"Data terbaru korban tewas pesawat jatuh: 66 mayat dibawa ke Pusat Medis Pascasarjana Jinnah, 31 mayat dibawa ke Rumah Sakit Sipil karachi," ujar koordinator media Kementerian Kesehatan Provinsi, seperti dilansir laman Reuters, sabtu (23/5). Disebutkan tidak ada korban tewas di antara perumahan penduduk tempat jatuhnya pesawat itu.

Petugas penyelamat kini masih membereskan puing-puing pesawat di lokasi.

Dilansir dari laman Sky News, Sabtu (23/5), pihak maskapai mengatakan pilot pesawat sudah melaporkan ada masalah teknis dan saksi melihat pesawat yang terbang dari Lahore itu berusaha mendarat dua atau tiga kali sebelum menabrak menara sinyal dan menghantam rumah-rumah penduduk di kawasan Model Colony, beberapa kilometer dari bandara.

"Pesawat itu pertama menabrak menara sinyal lalu menimpa rumah-rumah," kata saksi bernama Shakil Ahmad.

"Yang kami dengar terakhir kali pilot mengatakan dia mengalami masalah teknis," kata juru bicara PIA Abdullah H Khan dalam pernyataan video. "Ini insiden yang sungguh tragis."

1 dari 1 halaman

Pilot mengirimkan peringatan darurat dan mengatakan kepada menara pemantau, pesawat kehilangan tenaga dari dua mesinnya ketika berusaha mendarat yang kedua kali, kata sebuah rekaman suara yang diunggah ke liveatc,net. Situs itu sebelumnya sering merilis rekaman suara dari pesawat.

Setelah pesawat membatalkan usaha pendaratan yang pertama dan kedua, menara pemantau mengatakan pilot itu keluar dari jalur penerbangan.

"Kami berputar kembali, pak, mesin kami mati," dan menara pemantau mengatakan mereka sudah mengamankan dua landasan yang akan jadi tempat mendarat pesawat.

Setelah itu 12 detik kemudian pilot mengatakan "mayday, mayday, mayday" lalu pilot diberitahu untuk mendarat di salah satu landasan pacu. Kemudian tidak ada komunikasi lagi setelah itu.

Mayor Wasim Akhtar mengatakan sedikitnya lima atau enam rumah hancur dihantam pesawat.

Perdana Menteri Pakistan Imran Khan dalam kicauan di Twitter mengatakan: "Saya terkejut dan sedih dengan jatuhnya PIA. Penyelidikan akan segera dilakukan. Teriring doa dan duka cita bagi keluarga korban." (mdk/pan)

Baca juga:
Sedikitnya 2 Penumpang Selamat Usai Pesawat Angkut 98 Orang Jatuh di Pakistan
Pakistan International Airlines Angkut 100 Penumpang Jatuh di Karachi
Pesawat Penerbangan Medis Jatuh di Filipina, Ini 5 Faktanya
Pesawat Tergelincir Hingga Terbelah di Turki, Tiga orang Tewas
Misteri Jatuhnya Pesawat Militer AS & Sosok Agen CIA Otak Pembunuhan Qassim Sulaimani
Pesawat Militer AS Jatuh di Afghanistan, Diduga Ditembak Taliban
Pesawat Maskapai Iran Tergelincir Hingga ke Jalan Raya
Jatuh, Pesawat Pemadam Kebakaran Australia Hancur Lebur

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami