Ada Lonjakan Turis Asing ke Kawasan Esek-esek Filipina selama SEA Games 2019

DUNIA | 11 Desember 2019 12:57 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Harian South China Morning Post kemarin melaporkan ada peningkatan turis asing ke Angeles City, Filipina, yang merupakan salah satu dari 23 lokasi SEA Games 2019. Wilayah itu dikenal sebagai red district atau daerah rumah bordil untuk wisata seks di Filipina.

Dua lokasi wisata seks terkenal di Filipina adalah Angeles City dan Subic Bay yang jaraknya beberapa jam dari Manila. Para penonton SEA Games pun berpotensi datang ke tempat-tempat itu.

Yvette Coronel, Sekretariat di Inter-Agency Coalition Against Trafficking (IACAT) yang berada di bawah Kementerian Kehakiman mengatakan, masalah wisata seks tidak dipertimbangkan sebelum SEA Games 2019.

"Seharusnya kami mempertimbangkan itu karena Angeles dan Subic dikenal sebagai tempat untuk perdagangan manusia," ucap Coronel. Dia pun menegaskan yang berisiko bukan atlet, tetapi penonton.

"Yang berisiko bukan atlet dari negara lain, melainkan orang-orang yang mereka bawa: anggota tim, pelatih, dan orang-orang yang datang untuk menyaksikan mereka. Anak-anak gadis di kota itu sangatlah rapuh," dia melanjutkan.

1 dari 2 halaman

Polisi Tangkap 44 Pekerja Seks

Terkait perdagangan manusia untuk seks, dicurigai ada wanita-wanita asing yang menjadi korban. Selama 10 hari perhelatan SEA Games, polisi sudah menyelamatkan korban trafficking dari 20 lokasi di Angeles City.

Ketika malam pembukaan SEA Games berlangsung, aparat menangkap 44 pekerja seks lepas dan terapi pijat. Mereka yang ditangkap karena tidak bisa menunjukan tanda pengenal. Namun tidak ada pihak pemakai jasa atau pekerja seks asing.

Pemerintah wilayah Angeles City menepis tudingan pemerintah pusat. Mereka berkata tidak ada peningkatan wisata seks di kota tersebut akibat SEA Games 2019.

Hal ini disampaikan Rhea Mutuc, kepala Departemen Turisme di Angeles City, yang mengatakan tidak melihat ada tanda-tanda naiknya eksploitas seksual.

"Ini adalah ajang olahraga, jadi tidak banyak risiko bagi anak-anak perempuan," ucap Rhea.

"Tetapi isu keamanan kami perhatikan dengan sangat serius," tambahnya.

2 dari 2 halaman

Perbedaan Saat SEA Games di Jakarta

Di Angeles City memang ada penambahan aparat kepolisian di lokasi venue olahraga.

Namun, ada hal yang ganjil. Pasalnya ketika SEA Games diadakan di Jakarta tahun lalu, para panitia diminta menerapkan strategi perlindungan anak yang secara besar demi mencegah eksploitasi seks selama ajang olahraga berlangsung.

Permintaan itu berasal dari Koalisi Hak Anak Asia (Child Rights Coalition Asia/CRC) yang turut memberi rekomendasi nomor hotline untuk melaporkan kejadian tersebut serta mengedukasi turis terkait hukum eksploitasi anak Indonesia.

Namun, kantor CRC di Filipina tidak memberi peringatan serupa pada SEA Games di negara itu.

Reporter: Tommy Kurnia

Sumber: Liputan6.com

Reporter Magang: Denny Adhietya (mdk/pan)

Baca juga:
5 Fakta Roger Casugay, Peselancar Filipina yang Selamatkan Atlet Indonesia
Perjuangan Emma, Atlet Sambo Asal Karawang Dagang Cilok Hingga Raih Emas Sea Games
Peraih Medali Emas SEA Games Asal Tasikmalaya Pulang Naik Angkutan Umum
Fakta-fakta Menarik Seputar Sea Games Filipina 2019 yang Perlu Anda Tahu
Jokowi Puji Aksi Heroik Surfer Filipina Selamatkan Atlet Indonesia
SEA Games 2019 di Filipina Diwarnai Skandal Korupsi dan Penggusuran Masyarakat Adat

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.